APM dan APK Jenjang SD/MI Kaur Turun, Cek Data BPS Terbarunya!
Kepala BPS Kaur Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si menyampaikan APM dan APK jenjang SD/MI Kaur dalam rapat internal, Senin 22 September 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
BINTUHAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur merilis data terbaru mengenai Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SD/MI Kaur turun. Berdasarkan catatan tahun 2023 hingga 2024, APM dan APK jenjang SD/MI Kaur turun, meski secara umum masih tergolong tinggi.
APM SD/MI/sederajat tahun 2023 tercatat sebesar 97,90 persen. Namun pada tahun 2024 turun menjadi 97,27 persen. Angka ini menunjukkan proporsi anak usia sekolah dasar yang benar-benar bersekolah sesuai kelompok umur sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, APK menggambarkan jumlah seluruh siswa pada jenjang SD/MI, baik sesuai maupun tidak sesuai dengan kelompok umur, juga mengalami penurunan. Pada tahun 2023 APK mencapai 107,65 persen, sedangkan tahun 2024 menurun menjadi 104,06 persen. Penurunan ini menandakan berkurangnya jumlah siswa di luar kelompok umur ideal yang masih bersekolah di tingkat SD/MI.
BACA JUGA:BPS Kaur Petakan Potensi Desa Lewat Podes 2025
Kepala BPS Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si menyampaikan, penurunan APM dan APK meski tidak terlalu signifikan tetap menjadi catatan penting. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar capaian pendidikan dasar di Kabupaten Kaur bisa tetap stabil bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang.
“Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar merupakan indikator penting untuk melihat sejauh mana akses dan pemerataan pendidikan dasar tercapai. Penurunan meski kecil tetap harus menjadi bahan evaluasi semua pihak,” ujarnya.
Antoni menambahkan, penurunan APM bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi sosial ekonomi keluarga, mobilitas penduduk, maupun faktor geografis yang menyulitkan anak-anak untuk bersekolah tepat waktu. Sedangkan penurunan APK umumnya disebabkan berkurangnya anak usia lebih tua yang masih bersekolah di tingkat SD/MI, karena sebagian besar sudah lulus atau berpindah ke jenjang lebih tinggi.
"Dengan hasil ini, BPS Kaur berharap pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat terus memperkuat kerja sama dalam mendukung pendidikan dasar. Akses pendidikan yang merata dan dukungan fasilitas yang memadai diharapkan mampu menjaga tingkat partisipasi pendidikan di Kabupaten Kaur tetap tinggi dan berkelanjutan," terangnya.