Kasus Penyakit Hipertensi Meningkat, Dinkes Berikan Imbau Ini ke Warga Usai Libur Panjang
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Dr. drg. H Edriwan Mansyur MM saat menjelaskan tentang penyakit hipertensi, Minggu 04 Januari 2026. Sumber Foto: SAPRIAN/RKa --
BENGKULU -Tahun yang baru menjadi waktu yang tepat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.
Agar tetap produktif, kesehatan perlu dipastikan dalam kondisi optimal dan bebas dari risiko penyakit kronis seperti penyakit hipertensi dan diabetes.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan seperti Medical Check Up (MCU) menjadi langkah penting untuk memantau kesehatan lebih awal agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM menyampaikan, kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia dengan penyakit angka kejadian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut juga terjadi di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui sektor kesehatan.
“Hipertensi ini termasuk penyakit dengan insiden yang tinggi. Karena itu, pesan kami berkaitan dengan gaya hidup dan pola hidup masyarakat,” ujar Edriwan.
Ia menjelaskan, tingginya kasus hipertensi juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan diri sendiri. Banyak penderita yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami hipertensi.
“Misalnya tekanan darah sudah di angka 140, itu sudah termasuk hipertensi dan seharusnya sudah mulai mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter,” jelasnya.
Edriwan menegaskan, penyakit hipertensi maupun diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan jika ditangani dengan serius dan disiplin.
“Penyakit ini memang tidak hilang, tetapi bisa dikurangi dampaknya dengan pengobatan yang rutin dan perubahan pola hidup,” tambahnya.
Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis, serta menghindari pola hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik.
"Dampak Kesehatan yang serius akibat hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, namu menyebabkan komplikasi serius penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal," kata Edriwan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih memperhatikan pola makan dengan menghindari makanan yang dapat memicu timbulnya penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.
“Intinya kembali ke individu masing-masing, bagaimana menjaga pola hidup sehat agar risiko penyakit bisa ditekan,” pungkas Edriwan.
Endriwan juga mengatakan, hipertensi dapat dicegah dan diobati namun dengan menghindari Konsumsi makanan tinggi garam, lemak, dan gula yang berlebihan, ditambah dengan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, dianggap salah satu penyebab meningkatnya angka hipertensi tersebut.