Masjid Bernuansa Tionghoa, Tempat Buka Puasa dan Persinggahan Musafir

Masjid Babah Alun Desari tempat buka puasa dan persinggahan musafir berdiri unik.-Sumber foto : koranradarkaur.id-
koranradarkaur.id – Di Jakarta terdapat bangunan rumah ibadah umat muslim yang megah, mewah dan unik yang terkenal lebih nyaman untuk salat salah satunya Masjid Babah Alun Desari bernuansa Tionghoa tempat buka puasa dan persinggahan musafir.
Masjid bernuansa Tionghoa tempat buka puasa tempat persinggahan musafir ini sangatlah unik dan ramai pula jamaahnya salat tentu menjadi pilihan yang pas yang sedang dalam perjalanan jauh.
Letak strategis dan mudah pula dijangkau sehingga masjid cocok dijadikan tempat buka puasa persinggahan musafir di bulan Ramadan sekarang ini.
Tidak semegah masjid indah di Jakarta lainnya, Masjid Babah Alun Desari arsitekturnya yang unik bernuansa Tionghoa dan menjadi nilai tersendiri bagi rumah ibadah yang terkenal ini.
BACA JUGA:Mengasyikan, Masjid Cut Meutia Selalu Ramai Musafir
BACA JUGA:Masjid Syuhada Bersejarah, Warisan Berharga Masa Perjuangan, Tempat Persinggahan Musafir
Nama Babah Alun Sendiri merupakan nama kecil dari sang penggagas rumah ibadah ini dengan nuansa merah serta warna hijau yang sangat cerah.
Masjid yang unik membuat banyak orang tertarik ini menjadi rumah ibadah sekaligus bangunan dengan nilai seni yang amat unik serta tepat persinggahan musafir.
Dikutip dari laman tempo.co, Masjid indah di Jakarta ini dibangun di pinggir jalan tol Depok- Antasari Jakarta Selatan (Jaksel).
Keunikan Masjid Babah Alun di bangun di pinggir jalan tol ketika musafir istirahat sangat cocok di masjid ini lantaran nyaman salat dan menghilangkan rasa penat selama perjalanan.
Masjid Babah Alun didirikan oleh Jusuf Hamka dan bahkan ada banyak masjid yang didirikannya yang merupakan seorang mualaf mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 1981 di Masjid Al-Azhar Jakarta.
Diketahui, Jusuf Hamka lahir dengan nama Joseph Alun pada tanggal 5 Desember 1957 silam di Samarinda dan belajar banyak tentang agama Islam dengan bimbingan Buya Hamka.
Berdirinya masjid di pinggir jalan tol sangat memberikan pelayanan warga yang melintas sehingga mudahnya untuk singgah mengerjakan salat di masjid unik dan indah dengan warna yang sangat cantik.
Pengusaha yang sukses serta mendirikan masjid sungguh luar biasa atas kebaikkannya yang sudah berpindah agama islam seorang muslim yang taat beragama.