Kanjeng Kyai Tunggulwulung, Pusaka Keraton Yogyakarta Dikeramatkan, Miliki Kemampuan Ini!
Benda pusaka Keraton Yogyakarta sangat terkenal dan rutin dibersihkan pada waktu tertentu, dikeramatkan hingga sekarang.-koranradarkaur.id-
Sehingga dengan wabah yang membahayakan rakyat, pejuang melakukan agar dalam upacara keliling kota dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit. Bahkan benda pusaka yang dangat bermanfaat bagi rakyat. Sementara
Abdi dalem dengan pangkat bupati Wonosobo harus ikhlas karena akan meninggal dunia setelah menghadap pusaka. Namun hanya keluarga Kraton dan Abdi dalam saja yang diperkenankan untuk melihat pusaka.
Pudaka berasala dari kain kiswah Ka'bah dari Mekkah menurut perkiraan usia panjang ini sudah sangat tua bahkan lebih tua dari pada kraton Yogyakarta sendiri yang berdiri tahun 1.755.
Benda pusaka yang konon memiliki kemampuan luar biasa walau tak berbentuk senjata tajam seperti keris dan pedang. Pusaka biasanya disimpan dan jarang dipamerkan kecuali acara adat tertentu. Pusaka yang memiliki kemampuan luar biasa tentu diminati.
Namun benda pusaka jarang dijual belikan lantaran dikhawatirkan akan berdampak tak baik bagi yang memegangnya. Seperti benda pusaka Kanjeng Kyai Tunggulwulung.
Sementara Kanjeng Kyai Tunggulwulung sebenarnya merujuk pada
dua tokoh yang sangat penting di Jawa. Seperti Kiak Ibrahim Tunggul Wulung salah seorang misionaris dan pusaka kraton Yogyakarta
berupa panji. Benda inj dari kain Kiswah Kabah yang digunakan untuk tolak bala, yang namanya berasal dari warna biru kehitaman.*