Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Play Now Before Content Is Removed!



Cant Play? Reload This Page!

Kanjeng Kyai Tunggulwulung, Pusaka Keraton Yogyakarta Dikeramatkan, Miliki Kemampuan Ini!

Benda pusaka Keraton Yogyakarta sangat terkenal dan rutin dibersihkan pada waktu tertentu, dikeramatkan hingga sekarang.-koranradarkaur.id-

KORANRADARKAUR.ID - Kanjeng Kyai Tunggulwulung merupakan benda pusaka keraton yang di keramatkan. Benda pusaka Yogyakarta ini sangat terkenal, lantaran diyakini memiliki ilmu supranatural yang dapat memberikan kebaikan.

Sehingga pusaka yang dikeramatkan ini tetap dijaga dengan baik hingga anak cucu. Selain itu, Kanjeng Kyai Tunggulwulung Pusaka Keraton Yogyakarta menjadi kebanggaan tersendiri. Diyakini senjata Pusaka Keraton Yogyakarta ini  ampuh dan pernah berjasa buat bangsa.

Benda pusaka yang dikeramatkan ini tentu sangat berguna dan tak asing lagi bagi masyarakat di Yogyakarta. Khususnya para pemerhati sejarah dan budaya Keraton Yogyakarta.

BACA JUGA:Pusaka Jaran Goyang Senjata Pelet Ampuh, Simbol Kehormatan Asmara

BACA JUGA:Benda Pusaka Medan Piso Gaja Dompak, Dikenal Senjata Gaib

Diketahui,  pusaka dalam wujud bendera ini juga dijadikan simbol Kesultanan Hadiningrat dan dikeramatkan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Kanjeng Kyai Tunggulwulung diberi nama demikian, karena benda pusaka tersebut berwarna biru tua kehitam-hitaman.

Nah, dalam bahasa Jawa warna tersebut disebut pulau ditengah bendera terdapat dekorasi berwarna emas dan ditengah dekorasi terdapat kaligrafi surat al-kautsar Asmaul Husna.

BACA JUGA:Menjelang 1 Suro, Warga Berdatangan Jamasan Benda pusaka di Surabaya, Intip Maknanya!

BACA JUGA:Benda Pusaka Bangka Belitung, Keris Hingga Alat Musik Memiliki Nilai Spiritual dan Budaya Tinggi

Benda pusaka yang kini masih tetap dikeramatkan sebagai simbol kekuatan dan kehoramatan serta keberanian. Pusaka ini ada sejak Jepang berada di Yoyakarta. 

Selain itu, ceritanya dari buku bersejarah bahwa bendera Kanjeng Kyai Tunggulwulung pada waktu tertentu, bendera ini pernah diarak keliling kota dan di beberapa perempatan jalan diserukan lafadz adzan.

Ini dilakukan guna  sebagai upaya untuk tolak bala dan memohon kesembuhan bagi seluruh rakyat Kesultanan Yogyakarto.

Kemudian, pada zaman penjajahan Jepang Kiai Kanjeng Tunggulwulung pernah diarak keliling kota. Pada saat itu di Yogyakarta pernah terkena wabah penyakit yang banyak memakan korban meninggal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan