Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Jembatan Gantung Panjang 21 Meter Rampung Dibangun, Mobilitas Warga Lancar!

Beginilah penampakan jembatan gantung Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje rampung dibangun.-Sumber foto: IST/RKa-

MAJE – Jembatan gantung di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje rampung dibangun, 1 Januari 2025. Kini jembatan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Jembatan sepanjang 21 meter dengan lebar 2 meter tersebut dibangun menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2025 dan mulai dikerjakan pada 5 Oktober 2025.

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, khususnya yang beraktivitas di area perkebunan.

BACA JUGA:Sisa Material Longsor di Air Palawan Belum Dibersihkan, Warga Bangun Jembatan Alternatif

BACA JUGA:Bengkulu Selatan Tancap Gas, Infrastruktur Jembatan Permanen Masuk Agenda Strategis 2026

Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi mengatakan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan hasil usulan masyarakat yang disampaikan dalam musyawarah desa.

Aspirasi warga menjadi dasar utama pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Jembatan gantung ini merupakan akses penghubung masyarakat dari dan menuju kebun. Sebelumnya, warga mengalami kesulitan karena harus melewati jalur yang cukup jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan,” ujar Supriyadi.

BACA JUGA:Jembatan Gantung Seginim-Pino Dibangun Permanen 2027, Pemkab dan DPRD Provinsi Bergerak Bersama

BACA JUGA:Jembatan Gantung Suka Menanti Runtuh, Kini Petani Menyeberang Andalkan Ini

Dia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun menggunakan konstruksi kawat seling dan besi sebagai penyangga utama. Sehingga mampu menopang aktivitas warga yang melintas setiap hari.

Selain itu, lantai jembatan dirancang cukup kuat agar aman digunakan pejalan kaki maupun warga yang membawa hasil kebun.

Menurut Supriyadi, pembangunan jembatan gantung ini menjadi salah satu program prioritas Desa Tanjung Aur pada tahun 2025 karena akses tersebut merupakan jalur utama masyarakat.

Mayoritas warga desa berprofesi sebagai petani, sehingga jembatan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mempercepat distribusi hasil pertanian.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan