Bendungan Sungai Nasal Jebol, Separah Ini Kerusakannya!
Beginilah kondisi Bendungan Sungai Nasal di Desa Tanjung Betuah Kecamatan Nasal dilaporkan jebol, Senin 29 Desember 2025.-Sumber Foto: REGA/RKa-
NASAL - Bendungan Sungai Nasal di Desa Tanjung Betuah Kecamatan Nasal dilaporkan jebol, Senin 29 Desember 2025.
Bendungan ini jebol diduga akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa minggu terakhir, membawa material dari hulu ke hilir. Sehingga menghantam dan merusak struktur bangunan bendungan.
Material berupa batu, pasir, dan kayu yang terbawa arus deras menyebabkan bangunan bendungan tidak mampu menahan tekanan air.
BACA JUGA:Bendungan Air Nasal Tanjung Betuah Belum Ada Titik Terang
BACA JUGA:Setelah Ditinjau Waka 2, Pemdes Tanjung Betuah Susun Proposal Perbaikan Irigasi Bendungan Air Nasal
Kondisi ini diperparah oleh usia bendungan yang sudah puluhan tahun tanpa diperbaiki. Sehingga kekuatan konstruksinya tidak lagi sekuat sebelumnya. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius, seyogyanya dilakukan perbaikan.
Kepala Desa Tanjung Betuah, Syahrizal Pahlipi, S.Sos mengatakan, kerusakan Bendungan Sungai Nasal cukup parah.
Menurutnya, bagian bendungan yang jebol diperkirakan memiliki panjang sekitar 5 hingga 8 meter. Akibat jebolnya bendungan tersebut, aliran air sungai menjadi lebih deras dan tidak terkendali.
BACA JUGA:Temuan Jejak Harimau, BKSDA Ingatkan Warga Tak Kandang Ternak di Kawasan Bendungan Air Nasal
BACA JUGA:Lahan Sawah Kian Menyempit, Pemkab Bakal Bangun Irigasi dan Bendungan Air Nelengau Ganjuh
“Bendungan Sungai Nasal jebol dengan panjang sekitar 5 sampai 8 meter. Air mengalir lebih deras setelah bendungan irigasi ini rusak,” ujar Syahrizal.
Dia menjelaskan, bendungan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang sistem irigasi pertanian di lima desa.
Empat desa berada di Kecamatan Nasal, yaitu Desa Suku Tiga, Tanjung Betuah, Gedung Menung, dan Ulak Pandan, serta satu desa lainnya berada di Kecamatan Maje, yakni Desa Tanjung Baru.
Selain berdampak pada sektor pertanian, kerusakan bendungan juga berpotensi menimbulkan ancaman keselamatan jika aliran air semakin meningkat, terutama saat curah hujan tinggi.