Program Unggulan Harus Benar-benar Menyentuh Masyarakat, DPRD : Kami Akan Terus Monitor
TEKS FOTO : Program unggulan harus benar-benar menyentuh masyarakat secara menyeluruh. Sumber foto : ROHIDI/RKa --
BENGKULU SELATAN (BS) - Program unggulan harus benar-benar menyentuh masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, DPRD BS mengingatkan agar lembaga eksekutif BS melakukan program yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan secara nasional.
Pemkab BS yang kini dipimpin Bupati BS H Rifai Tajuddin, S.Sos dan Wakil Bupati Yevri Sudianto belum genap 100 hari kerja. Namun, DPRD BS tetap menginginkan pemerintah melakukan hal terbaik untuk masyarakat. Terutama, kesuksesan program 100 hari kerja kepala daerah baru tersebut.
Ketua DPRD BS Juli Hartono, SE, M.AP mengatakan, Kabupaten BS memiliki target BS Elok Maju Aman Sejahtera (EMAS). Maka dari itu pemerintah daerah harus melakukan program yang benar-benar membangun. Program tersebut harus menyentuh masyarakat, dari bawah hingga atas.
"Kami terus monitor eksekutif agar menjalankan program yang direncanakan Bupati," ungkap Juli.
Adapun, program Bupati yang mendapat perhatian penuh DPRD soal ketahanan pangan. Program ini menyasar seluruh daerah seluruh Indonesia. OPD-OPD di BS harus support penuh apa yang dibutuhkan Bupati untuk program yang menyasar masyarakat.
"OPD menjadi mitra kerja masing-masing Komisi ini kami ingatkan agar OPD inovasi bantu Bupati," jelasnya.
BACA JUGA:Demo Nilai 100 Hari Kerja Gubernur Bengkulu, Masa Aksi Soroti 12 Program Unggulan Helmi-Mian
Senada disampaikan Wakil Ketua (Waka) II DPRD BS Dodi Martian, S.Hut, MM mengaku, eksekutif memiliki tugas agar menjalankan program-program Bupati. Program yang menyentuh masyarakat. Salah satunya soal ketahanan pangan.
"Jangan hanya seremonial, setiap kegiatan kami berulang kali ingatkan eksekutif agar program menyentuh langsung masyarakat," sebutnya.
Dodi ikut menyoroti program Pemkab BS yang berkaitan dengan pertanian. Menurutnya, OPD terkait harus benar-benar serius dalam menangani persoalan pertanian BS. Mulai dari pupuk, benih, alat pertanian, irigasi dan bendungan.
Namun, saat ini masih banyak masalah pertanian di BS yang belum mampu dituntaskan oleh pemerintah daerah. Sebagai contoh proyek infrastruktur pertanian. Maka dari itu, ini harus jadi perhatian seriusnya agar ke depannya harus segera dituntaskan.
"Kita ingin program yang menyentuh masyarakat petani, ini harus diutamakan eksekutif bersama Bupati," pungkasnya.