Murid SDN 87 Kaur Tidak Belajar Bahasa Inggris, Ini Penjelasan Kepseknya
Murid SDN 87 Kaur Tidak Belajar Bahasa Inggris, Selasa 20 Mei 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
BINTUHAN – Murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 87 Kaur hingga kini belum mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris secara maksimal.
Hal ini disebabkan oleh belum adanya guru khusus untuk mata pelajaran tersebut di sekolah.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama para orang tua murid.
Mereka menilai, di era globalisasi saat ini, kemampuan Bahasa Inggris menjadi bekal penting yang harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak.
Agar tidak tertinggal dari segi keterampilan dasar saat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Salah satu orang tua Murid, Dewi Eryani (40), wali dari April Fairus (8) mengaku, prihatin karena anaknya tidak mendapatkan pendidikan Bahasa Inggris sebagaimana mestinya.
BACA JUGA:Gedung SDN 87 Kaur Menyedihkan, Salah Siapa?
Menurutnya, ketiadaan guru Bahasa Inggris di sekolah menjadi alasan utama anaknya tidak mempelajari bahasa asing tersebut.
"Iya, anak kami tidak belajar Bahasa Inggris. Karena memang tidak ada guru Bahasa Inggris di sekolah itu," ungkap Dewi saat ditemui.
Dia berharap agar pihak sekolah bisa segera mencarikan solusi. Setidaknya dengan menghadirkan pengajar yang memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris. Agar anak-anak tetap bisa memperoleh pengetahuan, dan pengenalan dasar terhadap bahasa internasional tersebut.
Sementara itu, Kepala SDN 87 Kaur, Herwan, S.Pd, membenarkan, saat ini sekolah belum memiliki guru khusus untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.
Namun demikian, dia menegaskan, pelajaran Bahasa Inggris tetap diberikan kepada murid dengan memanfaatkan guru yang ada.
BACA JUGA:Hampir 1 Dekade Tak Tersentuh, Ini Ungkapan Wali Murid SDN 87 Kaur
“Benar, kita belum punya guru khusus Bahasa Inggris. Tapi bukan berarti Murid tidak diajarkan sama sekali. Kami tetap berusaha memberikan materi Bahasa Inggris sesuai kurikulum dengan memanfaatkan guru yang ada,” ujar Herwan.