Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Hampir 1 Dekade Tak Tersentuh, Ini Ungkapan Wali Murid SDN 87 Kaur

Wali Murid April Fairus (8) mengungkapkan keluhannya terhadap bangunan SDN 87 Kaur Desa Penyandingan Kecamatan Maje. Sumber foto: koranradarkaur.id--

MAJE – Wali murid SD Negeri 87 Kaur di Desa Penyandingan Kecamatan Maje mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang semakin memprihatinkan.

Bangunan sekolah yang sudah hampir satu dekade berdiri ini mengalami kerusakan parah pada beberapa bagian, mulai dari dinding yang retak, plafon yang bolong, hingga atap yang bocor. Selain itu, fasilitas sekolah seperti meja dan kursi juga rusak parah. Sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 10702802 ini, didirikan dengan SK Pendirian 188.4.45-933 tahun 2015, dan izin operasional yang terbit pada tanggal yang sama. Namun, meski telah hampir sepuluh tahun berdiri, kondisinya tidak kunjung mendapatkan perhatian serius.

BACA JUGA:KREATIF! Murid SDN 115 Kaur Sulap Sampah Plastik Jadi Lampion Cantik

Dewi Eryani (40) wali murid April Fairus (8) mengungkapkan, keprihatinannya terkait fasilitas yang semakin rusak. Ia mengatakan setiap hari merasa khawatir saat anaknya berangkat ke sekolah, mengingat banyaknya bagian bangunan yang sudah tidak layak pakai. 

"Plafon banyak yang bolong, kayunya lapuk. Kalau hujan, air bocor ke mana-mana. Meja dan kursi juga banyak yang rusak, kadang ada yang jatuh karena sudah tidak kuat lagi," keluh Dewi.

Selain mengganggu kenyamanan belajar, kondisi bangunan yang rusak ini juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para siswa. Dewi berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur segera melakukan survei dan renovasi besar untuk memperbaiki fasilitas yang rusak. 

BACA JUGA:Gedung SDN 87 Kaur Menyedihkan, Salah Siapa?

"Kami sebagai orang tua hanya ingin sekolah ini diperbaiki. Anak-anak kami butuh tempat belajar yang layak, aman, dan nyaman," tambahnya.

Pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah lebih serius memprioritaskan pembangunan sarana pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah yang kondisinya sudah memprihatinkan seperti SDN 87 Kaur.

Menurut Dewi, fasilitas yang memadai sangat penting agar proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal. Apalagi kini Pemerintahan Pusat menargetkan 2045 Indonesia emas.

"Kami berharap pemerintah tidak menutup mata. Anak-anak kami butuh ruang belajar yang layak, bukan bangunan yang rusak dan membahayakan. Kalau sarana diperbaiki, tentu semangat belajar anak-anak meningkat, guru pun bisa mengajar dengan lebih baik tanpa rasa khawatir," ujar Dewi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan