Jalan 83 Meter Desa Maras Longsor dan Amblas Sedalam 3,5 Meter, Warga Terancam Terisolir
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten BS memicu kerusakan serius pada akses jalan 83 meter di Desa Maras, Kecamatan Air Nipis--
BENGKULU SELATAN (BS) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten BS memicu kerusakan serius pada akses jalan 83 meter di Desa Maras, Kecamatan Air Nipis. Badan jalan dilaporkan amblas setelah terus-menerus diterjang aliran air hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut membuat ruas jalan menjadi rawan dilalui kendaraan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Kerusakan terjadi akibat struktur tanah di bagian bawah jalan terkikis derasnya aliran air hingga akhirnya longsor. Warga setempat menyebut, kondisi jalan sebelumnya memang sudah rentan karena berada di area yang sering dialiri limpasan air saat hujan deras turun. Namun kali ini, curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan kerusakan jauh lebih parah dibanding sebelumnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian badan jalan mengalami penurunan cukup dalam dan memanjang. Aspal terlihat retak, sementara bagian pinggir jalan longsor sehingga menyisakan jalur sempit yang berbahaya untuk dilalui kendaraan. Pengendara roda dua maupun roda empat diimbau lebih berhati-hati karena kondisi jalan licin dan rawan mengalami longsor susulan apabila hujan kembali turun. Jika jalan ini putus total, maka warga terancam terisolir. Sebab kendaraan tidak bisa melintas menuju desa ini.
BACA JUGA:Akses Jalan Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Perhatikan Peringatan BPBD
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Longsor 50 Meter di Kedurang, Salon Kecantikan Amblas Seketika
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten BS langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) ke lokasi kejadian. Tim melakukan monitoring sekaligus pendataan kerusakan sebagai langkah awal penanganan.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD BS Pedi Herwanto, memimpin langsung kegiatan pengecekan bersama Kasi RR dan personel Tim RR Bencana. Mereka melakukan pengukuran detail di lokasi menggunakan meteran guna memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan yang akan dilakukan ke depan.
Dari hasil monitoring sementara, jalan yang mengalami amblas memiliki lebar sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 3,5 meter. Sedangkan panjang kerusakan diperkirakan mencapai kurang lebih 83 meter. Angka tersebut menunjukkan kerusakan cukup serius sehingga membutuhkan perhatian cepat agar akses masyarakat tidak terganggu lebih parah.
BACA JUGA:Kalaksa Baru, BPBD Bengkulu Selatan Pasang Target, Longsor Ulu Manna Harus Berakhir
BACA JUGA:Sisa Material Longsor di Air Palawan Belum Dibersihkan, Warga Bangun Jembatan Alternatif
“Begitu menerima laporan warga, Tim RR BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan monitoring dan pendataan. Kondisi jalan memang mengalami kerusakan cukup serius akibat terkikis air hujan,” ujar Pedi Herwanto.
Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama penyebab longsor dan amblasnya badan jalan. Air hujan yang terus mengalir dalam waktu lama menggerus lapisan tanah penyangga hingga akhirnya tidak mampu menopang struktur jalan.
Selain melakukan pengukuran dan pendataan, BPBD juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan. Data hasil monitoring tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan untuk proses tindak lanjut, termasuk kemungkinan perbaikan darurat maupun penanganan permanen.
“Pengukuran sudah kami lakukan secara detail sebagai bahan laporan dan koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” tambah Pedi.