Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

BAZNAS Kaur Harap Pemdes Aktif Data Warga Miskin Ekstrem dan RTLH

BAZNAS Kaur minta seluruh Pemerintahan Desa (Pemdes) di wilayah Kabupaten Kaur untuk mendata warganya yang memiliki kondisi ekonomi rendah (miskin ekstrim).-Sumber Foto: REGA/RKa-

BINTUHAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur meminta seluruh Pemerintahan Desa (Pemdes) di wilayah Kabupaten Kaur untuk mendata warganya yang memiliki kondisi ekonomi rendah (miskin ekstrim).

Data tersebut selanjutnya diharapkan direkap secara lengkap dan disampaikan kepada BAZNAS Kaur sebagai dasar penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Pemdes guna mengatasi persoalan miskin ekstrem serta rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih ditemukan di sejumlah desa.

BACA JUGA:Pasutri Tinggal di Rumah Gubuk Kini Sudah Mendapat Respon BAZNAS Kabupaten Kaur

BACA JUGA:Baznas Kaur Buka Donasi Korban Banjir Tahap Dua, Tahap Satu Sudah Disalur

Dengan data yang akurat dan terverifikasi, program bantuan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Direktur BAZNAS Kaur, Jhon Saputra, S.Pd menegaskan, peran aktif Pemdes sangat dibutuhkan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, pemerintah desa adalah pihak yang paling mengetahui kondisi riil warganya, termasuk siapa saja yang benar-benar membutuhkan bantuan.

BACA JUGA:Donasi Bantu Korban Banjir Dikirimkan Baznas Kaur ke Penerimanya, Segini Dana Terkumpul

BACA JUGA:Baznas Kaur Kumpulkan Donasi untuk Korban Banjir di Sumatera, Bupati Gusril: Sesama Manusia Saling Membantu

“Kerjasama antara Pemerintahan Desa dan BAZNAS harus terjalin dengan baik. Terutama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan membantu warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni,” kata Jhon Saputra.

Dia mengungkapkan, selama ini BAZNAS Kaur kerap menemui kendala di lapangan karena keterbatasan informasi.

Tidak jarang masih ditemukan warga miskin ekstrem atau rumah tidak layak huni yang luput dari perhatian karena belum terdata dan dilaporkan secara resmi.

“Sering kali kami tidak mengetahui masih ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan membutuhkan perhatian segera. Hal ini tentu menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan zakat, infak, dan sedekah secara maksimal,” jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan