Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Enam Hari Pencarian Korban Hanyut di Sungai Hulu Manulla Belum Membuahkan Hasil

Basarnas Provinsi Bengkulu melakukan pencarian korban hanyut di Hulu Sungai Manulla perbatasan Bengkulu-Lampung dengan menyisir tepian, Minggu 9 November 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--

NASAL – Hari keenam pencariankorban hanyut  di hulu Sungai Manulla belum membuahkan hasil, Minggu, 9 November 2025.

Korban hanyut Ahyar alias Dadang (42) petani Pulau Tengah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisa Selatan (TNBBS) adalah warga Desa Naga Sari Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Pencarian korban hanyut di hulu Sungai Manulla dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih, termasuk drone, serta melibatkan kolaborasi Basarnas Provinsi Bengkulu-Lampung, Polsek Pesisir Utara, Polsek Muara Nasal, masyarakat petani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur, dan pihak terkait lainnya. Namun hingga kini, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan.

Tim pencarian dibagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian menyusuri Hulu Sungai Manulla hingga Curup Desa Muara Dua Kecamatan Nasal, sebagian dari hilir ke hulu Sungai Manulla, dan sebagian lainnya melakukan penyusuran bolak-balik dari hilir ke hulu. Meskipun begitu, keberadaan korban belum terdeteksi.

Kepala Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal, Hartono melalui Sekretaris Desa Janidi Tresno mengatakan, pencarian korban masih terus dilanjutkan. Tim Basarnas bersama relawan kembali menyisir sungai dan tepian lokasi yang diperkirakan menjadi tempat korban tersangkut.

“Iya, pencarian masih tetap dilanjutkan. Tim menyisir setiap sudut sungai dan tepian untuk mencari keberadaan korban,” ujarnya.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih intensif dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Tim gabungan terus bekerja sambil memanfaatkan teknologi dan pengalaman warga setempat untuk memperluas area pencarian korban.

"Semua lokasi mulai dari sudut dan tepian sungai sudah sudah di cek. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian terus dilakukan dengan bantuan peralatan canggih, termasuk penggunaan drone, untuk memperluas area pemantauan dan memastikan setiap kemungkinan telah disisir," katanya.

Sebagai informasi, pada hari selasa 4 November 2025 sekira pukul 16.00 WIB korban mencari ikan di Hulu Sungai Manula Daerah Pulau Tengah TNBBS Lampung menggunakan pancing dan jala. Saat sedang asyik mencari ikan, turun hujan dengan intensitas tinggi. Saat hendak berangkat pulang, tiba-tiba datang banjir bandang. Akibatnya korban terseret arus banjir dan sampai hari ini keberadaan korban belum diketahui.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan