Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Budaya dan Kesenian Daerah Kaur Kehilangan Pengikut

Kabid Pembudayaan dan Olahraga Dispora Kabupaten Kaur, Sikwan, ST menjelaskan bakal bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dalam pelestarian budaya dan kesenian Kaur, Rabu 7 Januari 2025.-Sumber foto: IST/RKa-

BINTUHAN – Dalam rangka pelestarian budaya dan kesenian Kabupaten Kaur.  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bidang Pembudayaan dan Olahraga, akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Bidang Kebudayaan Kabupaten Kaur.

Kegiatan ini akan difokuskan pada pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan dan melestarikan kesenian kepada generasi muda sejak dini. 

Kabid Pembudayaan dan Olahraga Dispora Kabupaten Kaur, Sikwan, ST menjelaskan, di era digitalisasi seperti sekarang, kesenian adat perlahan mulai kehilangan pengikutnya.

BACA JUGA:Jaga Adat Budaya Bengkulu Hingga Praktiknya, Kementerian Tetapkan 3 Desa Budaya di Kaur!

BACA JUGA:Demi Marwah Adat dan Budaya Hulu Nasal, Kades Muara Dua Tolak Tambang Emas

Banyak generasi muda bahkan belum mengetahui nama-nama kesenian khas Kaur, termasuk tari tradisional, musik, maupun permainan rakyat.

Hal ini menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya lokal agar tidak punah di tengah arus globalisasi.

Menurut Sikwan, pihaknya ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya lokal melalui cerita atau buku, tetapi juga merasakannya secara langsung melalui pertunjukan, workshop, dan kegiatan praktik seni.

BACA JUGA:Menggali Ruh Budaya Kaur, Dispora Dorong Pelestarian Tradisi Seni di Setiap Desa

BACA JUGA:Bengkulu Selatan Jadi Tuan Rumah Revitalisasi Musik Tradisional 2025, Budaya Lokal Siap Mendunia

Dengan mengenal kesenian dan tradisi secara langsung, anak-anak dapat lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya. Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya menjadi bagian sejarah, tetapi juga bagian dari kehidupan.

“Kerja sama dengan Dinas Pendidikan mencakup integrasi materi budaya lokal ke dalam kurikulum sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, guru didorong untuk memasukkan nilai-nilai adat dan tradisi dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga pelajar dapat menyerap budaya daerah secara lebih mendalam dan sistematis,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah strategis dan sistematis, pihaknya meyakini ke depan generasi muda di Kabupaten Kaur akan lebih mengenal, memahami, dan menghargai kesenian serta kebudayaan daerah.

Dikatakannya, langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kaur untuk tidak hanya melestarikan budaya daerah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan