Siswa SMPN 33 Kaur Mulai Aktif Belajar Pencak Silat HIMSSI
Siswa SMP Negeri 33 Kaur Desa Suka Menanti Kecamatan Maje sedang latihan pencak silat, Sabtu 1 November 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
MAJE – Siswa SMP Negeri 33 Kaur Desa Suka Menanti Kecamatan Maje kini mulai aktif mengikuti latihan pencak silat Himpunan Seni Silat Indonesia (HIMSSI), Sabtu 1 November 2025.
Latihan pencak silat dilakukan dua sampai tiga kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah.
Pelatih pencak silat HIMSSI Fandy Awe mengatakan, ada puluhan siswa yang ikut latihan pencak silat dari kelas 7-9. Latihan pencak silat dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali dalam seminggu setiap sore di halaman sekolah.
Dikatakannya, dalam satu tahun terakhir ini pencak silat telah menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan SMPN 33 Kaur. Dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan sportivitas.
"Untuk latihan pencak silat HIMSSI, kami mulai mengajarkan siswa dari dasar, termasuk teori, kuda-kuda, teknik pernapasan, serta cara bertahan dan menyerang. Ini bertujuan membentuk keterampilan, disiplin, dan pemahaman filosofi pencak silat," katanya.
Fandy menjelaskan, siswa yang ikut dalam latihan pencak silat ini nanti dipastikan akan masuk dalam program Desain Olahraga Daerah (DOD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kaur. Karena program ini akan fokus pada olahraga pencak silat.
"Untuk sekarang siswa kami, sudah masuk ke tahap bertahan dan menyenang. Untuk latihan dasar atau kuda-kuda kami anggap mereka sudah menguasai," ujarnya.
Sebelumnya, Kabid Pembudayaan Olahraga Daerah Dispora Kaur, Sikwan Hadiyanto, SP mengatakan, program DOD bakal dilaksanakan mulai tahun depan 2026. Fokus program ini cabang olahraga (Cabor) pencak silat yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur yakni
pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dikatakannya, fokus DOD pada Cabor pencak silat karena. Kabupaten Kaur memiliki potensi berkembang pada olahraga tersebut. Terbukti dari beberapa kejuaraan, baik ditingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Sehingga pada program DOD pencak silat menjadi fokus utama mereka.
“Sekarang kami masih menyusun administrasi DOD. Jika semua sudah beres, baru seleksi untuk cabor pencak silat bisa dilaksanakan. Tujuannya agar pembinaan bisa dilakukan sejak dini, sehingga atlet yang terpilih dapat dibina secara berkesinambungan,” ujar Sikwan.