Batik Gurita Trijaya Makin Diminati, Tapi Kendala Ini Menjadi Masalahnya!
Kades Trijaya Kecamatan Nasal, Yosef Arista sebutkan Batik Gurita banyak dimintai. Sumber foto: REGA/RKa--
NASAL – Produk Batik Gurita asal Desa Trijaya Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur kini semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahkan hingga ke tingkat Provinsi Bengkulu.
Keunikan motif gurita yang menjadi ciri khas daerah pesisir membuat batik ini diminati banyak kalangan. Namun, di balik popularitasnya, usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini masih menghadapi berbagai kendala.
Terutama kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung produksi.
Kepala Desa Trijaya, Yosef Arista menjelaskan, proses produksi Batik Gurita hingga saat ini masih dilakukan secara manual tanpa dukungan mesin modern.
Seluruh tahapan mulai dari pembuatan pola, pewarnaan, hingga pengemasan dilakukan menggunakan peralatan sederhana.
Kondisi ini menyebabkan kapasitas produksi terbatas dan belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
"Seluruh proses masih dikerjakan manual, belum menggunakan mesin cetak maupun alat pendukung lainnya. Begitu juga dengan pengemasan produk, masih dilakukan secara sederhana. Akibatnya, produksi tidak bisa dilakukan dalam jumlah besar,” ujar Yosef.
Dia menambahkan, keterbatasan tenaga kerja juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini jumlah pengrajin aktif di Desa Trijaya masih sangat sedikit, sementara permintaan dari pembeli luar daerah terus bertambah.
Minimnya SDM yang terampil membuat proses pengerjaan batik memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan produksi menggunakan peralatan modern.
Meski demikian, para pengrajin tetap bersemangat mempertahankan keaslian dan kualitas produk.
Batik ini dikenal memiliki corak khas laut dengan motif gurita yang melambangkan kekuatan dan daya lentur masyarakat pesisir.
Setiap lembar batik dibuat dengan ketelitian tinggi agar hasilnya tetap menarik dan bernilai seni tinggi.
Yosef berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur dapat memberikan perhatian dan dukungan berupa bantuan peralatan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha.
Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan produksi Batik Gurita dapat meningkat, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.