Pembuatan Batik Gurita Trijaya Semakin Canggih, Begini Cara Terbarunya!
Inilah penampakan Batik Gurita PKK Desa Trijaya Kecamatan Nasal, Senin 29 September 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
NASAL – Inovasi dalam pembuatan batik gurita khas Desa Trijaya Kecamatan Nasal terus berkembang.
Jika sebelumnya proses pembuatan batik dilakukan secara manual menggunakan canting, kini para pengrajin mulai beralih ke teknik cap.
Perubahan metode ini membuat produksi batik gurita menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis.
Senin 29 September 2025, sejumlah pengrajin di Desa Trijaya memperlihatkan cara kerja baru tersebut.
BACA JUGA: Antisipasi Anak Terserang Cacing Gelang, Begini Giat yang Dilakukan Dinkes Kaur
Dengan menggunakan cap bermotif gurita, proses pembuatan batik yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan kurang dari satu jam untuk satu lembar kain.
Kepala Desa Trijaya, Yosef Arista menjelaskan, inovasi ini sudah dijalankan sejak beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, penggunaan canting untuk melukis motif batik memang menghasilkan corak yang eksotis dan unik.
Namun, prosesnya memakan waktu lama serta membutuhkan ketelitian tinggi.
BACA JUGA:Tanggapi Keluhan PPSS Kaur di PT DSJ, Simak Kepastian yang Telah Disampaikan Pemda Kaur
“Dengan cap, pembuatannya jauh lebih praktis dan rapi, karena sudah ada pola. Kalau pakai canting, hasilnya memang lebih artistik, tetapi memerlukan waktu panjang. Jadi, cap ini menjadi solusi agar produksi bisa lebih cepat,” ujar Yosef.
Perkembangan ini disambut baik para pengrajin maupun masyarakat sekitar.
Walaupun, permintaan batik gurita belum terlalu besar.
Dengan metode cap, kapasitas produksi bisa ditingkatkan sehingga peluang pemasaran ke wilayah luar daerah semakin terbuka lebar.