BPS Kaur Laksanakan Survei E-Commerce, Penjelasan Kepala BPS Menarik!
Petugas BPS Kaur sedang melakukan survei E-commerce, Senin 18 Agustus 2025.-Sumber foto: koranradarkaur.id-
BINTUHAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur mulai melaksanakan pendataan Survei E-commerce di wilayah Kabupaten Kaur.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka mengumpulkan data terkini terkait perkembangan transaksi perdagangan berbasis digital yang semakin pesat di tengah masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si mengatakan, survei E-commerce di wilayah Kabupaten Kaur telah dimulai sejak satu pekan lalu. Survei ini merupakan bagian dari program nasional BPS untuk memotret tren dan pola aktivitas perdagangan secara daring.
BACA JUGA:BPS Kaur Petakan Potensi Desa Lewat Podes 2025
BACA JUGA:Angka Pengangguran Naik? BPS Kaur Persiapkan Petugas SAKERNAS
Menurutnya, E-commerce kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar, melainkan juga sudah merambah usaha kecil, menengah, bahkan pedagang tradisional yang memanfaatkan platform digital.
“Survei ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan e-commerce di Kabupaten Kaur. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi digital, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Antoni.
Di menjelaskan, survei akan mencakup berbagai aspek, mulai dari jenis barang atau jasa yang diperdagangkan, platform yang digunakan, nilai transaksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 Bengkulu Mencapai 4,99 Persen, Begini Penjelasan BPS!
BACA JUGA:BPS Kaur Fokuskan Pendataan Lapangan Usaha Kategori H di SE2026
Pendataan dilakukan secara langsung oleh petugas BPS ke sejumlah responden yang telah ditentukan melalui metode sampling.
Antoni optimis, dengan adanya data hasil survei, pemerintah daerah dapat lebih mudah merancang program pembinaan dan dukungan bagi pelaku UMKM agar lebih adaptif menghadapi era digital. Hal ini juga sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi informasi.
“Melalui survei ini, kami ingin memberikan gambaran nyata tentang potensi sekaligus tantangan e-commerce di Kaur. Dengan begitu, arah kebijakan pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
Perlu diketahui kini, E-commerce sendiri menjadi salah satu motor penggerak perekonomian. Di era digital, masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi secara online, baik melalui marketplace, media sosial, maupun aplikasi khusus.