Dispora Kaur Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional, Egrang Hingga Bakiak
Dispora Kaur bakal hidupkan kembali olahraga tradisional, Rabu 18 Juni 2025-Sumber Foto: REGA/RKa-
BINTUHAN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kaur tengah mendorong kebangkitan kembali olahraga tradisional di tengah masyarakat.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus untuk membangun semangat sportivitas di kalangan generasi muda.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kaur, Sikwan Hadiyanto, SP, mengatakan bahwa olahraga tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang tidak boleh ditinggalkan.
BACA JUGA:Tarkam 2025 Bukan Ajang Kompetisi, Begini Penjelasan Dispora Kaur
BACA JUGA:Senam Germas dan Kreasi Masuk Rencana Program Kerja Dispora Kaur 2025, Budayakan Hidup Sehat
Seiring perkembangan zaman, olahraga tradisional mulai ditinggalkan dan tergeser oleh olahraga modern dan permainan digital.
Hal inilah yang mendorong pihaknya mengambil langkah untuk kembali menghidupkan permainan dan olahraga tradisional yang pernah populer di tengah masyarakat.
“Dispora Kaur berkomitmen untuk kembali memperkenalkan dan menghidupkan olahraga tradisional seperti egrang, tarik tambang, engrang batok, galah asin, dan bakiak. Ini penting untuk menjaga warisan budaya dan mempererat interaksi sosial di masyarakat,” ujar Sikwan.
BACA JUGA:Tim Wasev TMMD Salur Sembako, Perlengkapan Olahraga Hingga Tanam Pohon Bersama
BACA JUGA:HUT Kaur Ke-22, Syukuran Hingga Pertandingan Olahraga
Dia menjelaskan, Dispora Kaur akan memulai kegiatan pengenalan olahraga tradisional ini melalui jalur sekolah dan komunitas olahraga di desa.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah mengadakan Festival Olahraga Tradisional tingkat kabupaten, yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.
“Melalui kegiatan festival, kami ingin mengenalkan kembali kepada generasi muda bahwa olahraga tradisional tidak kalah menarik dan tetap bisa menjadi hiburan yang mendidik dan menyenangkan,” tambahnya.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, olahraga tradisional juga dinilai mampu memperkuat karakter kebersamaan dan kerja sama.