Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Respon Ternak Banyak Mati Mendadak, Balai Veteriner Provinsi Lampung Datang ke BS

Tim Balai Veteriner Provinsi Lampung telah mendatangi Bumi Sekundang Setungguan, Kamis 22 Mei 2025. Sumber foto : ROHIDI/RKa--

BENGKULU SELATAN (BS) - Bentuk respon terhadap ternak yang banyak mati secara mendadak di beberapa wilayah di Kabupaten BS sejak sebulan terakhir.

Tim Balai Veteriner Provinsi Lampung telah mendatangi Bumi Sekundang Setungguan pada, Kamis 22 Mei 2025.

Kedatangan rombongan Balai Veteriner ini bukan tanpa sebab. Merek mengambil sampel ternak yang sakit yang ada di BS.

Kemudian, sampel tersebut akan diadakan uji terhadap beberapa ternak yang sedang terserang penyakit.

Tentu kehadiran Tim Balai Veteriner Provinsi Lampung ini menjadi salah satu harapan besar bagi peternak di Kabupaten BS untuk bisa menghentikan kasus kematian hewan ke depannya.

BACA JUGA:Vaksinasi Ternak Masyarakat Untuk Penyakit Ngorok Tuntas, Jumlah Ternak Mati Menurun

Kadis Pertanian BS Sakimin, S.Pt melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Ikat Aliman Maulana mengakui, jika memang Tim Balai Veteriner Provinsi Lampung telah mengambil sampel ternak yang ada di BS.

"Betul, kemarin (Kamis, red) Tim Balai Veteriner Provinsi Lampung mendatangi beberapa titik yang memang zona merah penyakit ternak atau yang jumlah kematiannya tinggi di Bengkulu Selatan," kata Ikat.

Kabid melanjutkan, bahwasannya penyakit yang menyerang ternak di BS belum bisa dipastikan secara rinci. Oleh karena itulah, pihaknya berkoordinasi langsung dengan Tim Ventiner untuk melakukan uji ilmiah berbasis laboratorium.

Dengan demikian, maka akan diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sapi tersebut mati mendadak.

BACA JUGA:Usai Penyakit Ngorok, di Bengkulu Selatan Ternak Mati Disereng BEF, Ini Imbauan ke Pemilik Ternak

"Kami memang memberikan perhatian khusus untuk hewan ternak yang terpapar penyakit. Karena memang populasi hewan ternak harus dijaga supaya keseimbangan pasokan daging lokal tetap terjaga," jelas Kabid.

Oleh karena itu, Kabid meminta untuk peternak yang sebelumnya telah dihubungi agar jangan dulu melepaskan hewan ternak mereka.

Sehingga, petugas lebih mudah melakukan pengambilan sampel dan juga penanganan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan