Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Waspadai Kenaikan Harga Cabai Kriting Jelang Idul Adha

BPS Kaur saat ini tengah Waspadai Kenaikan Harga Cabai Kriting Jelang Idul Adha, Rabu 30 April 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BINTUHAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur mewaspadai potensi kenaikan harga pangan. Khususnya komoditas cabai kriting, menjelang perayaan Idul Adha yang akan datang. Saat ini, harga cabai kriting di sejumlah pasar tradisional memang sedang turun, berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat menembus Rp 60 ribu per kilogram. Namun, kondisi ini diperkirakan hanya sementara.

Kepala BPS Kaur, Dr. Antoni Perstaria, SE, M.Si, menyampaikan fluktuasi harga cabai memang selalu menjadi perhatian. Apalagi saat mendekati hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, di mana permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam. Sementara pasokan dari daerah petani cendrung turun.

"Saat ini kita memang menikmati harga yang relatif turun. Tetapi kami tetap mewaspadai potensi lonjakan harga, apalagi menjelang Idul Adha nanti. Permintaan cenderung naik, sementara pasokan dari petani belum tentu stabil," ujarnya, Rabu 30 April 2025.

Antoni menjelaskan, faktor cuaca yang tidak menentu serta tingginya biaya distribusi menjadi penyebab utama harga cabai kriting kerap naik. Curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah sentra produksi dapat mengganggu hasil panen, sementara ongkos angkut yang mahal turut mempengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

BACA JUGA:Harga Cabai Kriting di Kabupaten Kaur Turun, Cek di Sini Harga Terbarunya!

BACA JUGA:Awal Tahun, Harga Cabai Merah Keriting di Kaur

Tak hanya cabai kriting, BPS juga mencatat sejumlah komoditas pangan lain mulai menunjukkan gejala kenaikan harga, seperti bawang merah dikisaran Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya Hanya Rp 30 ribu. Walaupun kenaikan ini masih tergolong ringan, namun tetap menjadi perhatian pemerintah agar tidak berlanjut menjadi lonjakan yang membebani masyarakat. Pihak memastikan, terus mengawal perkembangan harga bahan pokok, khususnya jelang perayaan Idul Adha nanti. Untuk mencegah terjadinya gejolak harga yang dapat membebani masyarakat.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Tidak membeli ketuhanan pangan dalam jumlah besar (memborong), agar stok pangan dipasaran tetap stabil dan harga terkendali. Dengan begitu maka, harga pokok ditingkat konsumen bisa lebih stabil. Walaupun terjadi kenaikan tidak terlalu signifikan," tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan