BPS Bengkulu: Nilai Tukar Petani Bengkulu Turun 0,16 Persen per Juni 2025
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME . Rabu 02 Juni 2025-Sumber foto: Koranradarkaur.id-
BENGKULU - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Bengkulu mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada Juni 2025 sebesar 199,87 atau turun 0,16 persen ketimbang NTP bulan sebelumnya. NTP melorot lantaran indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,40 persen.
Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,24 persen. “Pada Juni 2025, NTP Provinsi Bengkulu mengalami penurunan terbesar (0,16 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi pada bulan sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME pada Rabu , 03 Juli 2025.
Lebih lanjut, Win Rizal mengatakan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di Provinsi Bengkulu pada Juni 2025, NTP mengalami penurunan 0,16 persen dibandingkan NTP Mei 2025, yaitu dari 200,19 menjadi 199,87.
BACA JUGA:Helmi Hasan Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 8 Persen, BPS Siapkan Sensus
BACA JUGA:Kinerja Unggul, BPS Kabupaten Kaur Raih Lima Penghargaan dalam Treasury Awards 2025
"Turunnya NTP pada Juni 2025 disebabkan oleh penurunan pada indeks harga hasil produksi pertanian dan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami peningkatan," ujar Win Rizal.
Ia juga mengatakan penurunan NTP Juni 2025 dipengaruhi oleh penurunan NTP yang terjadi pada empat subsektor yaitu subsektor Hortikultura sebesar 5,60 persen dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,01 persen.
"Pada subsektor Peternakan sebesar 0,61 persen dan subsektor Perikanan sebesar 0,62 persen juga ikut mengalami penurunan. Namun, subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,56 persen," kata Win Rizal.
BACA JUGA:BPS Kaur Dorong Layanan Statistik Terpadu, Jawaban Tantangan Informasi Pembangunan
BACA JUGA:BPS Bintuhan Buka Akses Data Untuk Masyarakat Umum, Alasannya Menarik, Yuk Cek di Sini!
Secara keseluruhan It pada bulan tersebut disampaikan Win Rizal pada rilis BPS pada awal bulan mengalami penurunan sebesar 0,40 persen dibanding It Mei 2025, yaitu dari 254,43 menjadi 253,42.
Sedangkan pada Juni 2025 Ib mengalami penurunan sebesar 0,24 persen bila dibanding Ib Mei 2025, yaitu dari 127,09 menjadi 126,79. Hal ini disebabkan oleh penurunan Ib pada empat subsektor pertanian, yaitu subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,26 persen dan subsektor Hortikultura sebesar 0,09 persen.
"Sedangkan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,25 persen dan subsektor Peternakan sebesar 0,37 persen. Sementara satu subsektor yang mengalami peningkatan Ib adalah subsektor Perikanan sebesar 0,46 persen," ujarnya.
NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. “NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” kata Win Rizal. *