Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Masih Melantai, Ini Harga Terbaru Kelapa Sawit di Ram dan Pabrik

Harga kelapa sawit di Kabupaten Kaur 2026 masih stagnan, Kamis 28 Mei 2026--

MAJE – Kebijakan pemerintah pusat terkait masa transisi ekspor satu pintu minyak kelapa sawit yang berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 belum memberikan dampak positif bagi petani maupun pengusaha sawit di Kabupaten Kaur. Hingga kini, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit masih rendah dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Sejak kebijakan tersebut mulai digaungkan pemerintah, harga sawit di tingkat petani justru terus mengalami penurunan. Saat ini harga TBS di tingkat ram berada di bawah Rp 1.500 per kilogram.

Sedangkan harga di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) masih bertahan di angka Rp 2.050 per kilogram. Dari sebelumnya menyentuh angka Rp 2.800-2.900 per Kg ditingkat Ram.

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Mulai Awasi Ketat PKS, Dugaan Permainan Harga Sawit Jadi Sorotan

BACA JUGA:Sawit Anjlok Parah, Petani Mulai Panik, Pemkab Bengkulu Selatan Siaga Lindungi Masyarakat

Kondisi tersebut membuat para petani sawit mengeluhkan pendapatan mereka yang terus menurun. Sebab sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kaur menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit.

Petani berharap kebijakan ekspor satu pintu dapat memperbaiki tata niaga sawit nasional dan mendorong kenaikan harga TBS di tingkat petani. Namun hingga akhir Mei 2026, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan pengaruh terhadap harga sawit di daerah.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah menggelar rapat koordinasi bersama 139 Pabrik Kelapa Sawit di Indonesia untuk membahas stabilisasi harga sawit. Meski demikian, harga TBS di Kabupaten Kaur hingga saat ini masih stagnan.

Humas PT CBS, Novrizal mengatakan, harga TBS di tingkat pabrik masih bertahan di angka Rp 2.050 per kilogram dan belum mengalami perubahan.

Dia menjelaskan, pihak perusahaan juga belum menerima informasi terkait kemungkinan kenaikan harga sawit dalam waktu dekat. Menurutnya, harga sawit masih dipengaruhi kondisi pasar dan perkembangan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Dijelaskannya, harga CPO pada Mei 2026 ini belum maksimal. Grafik, harga berada CPO di kisaran Rp 12.510 per kilogram setelah sebelumnya sempat berada di level Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.

“Untuk saat ini harga TBS masih stagnan di angka Rp 2.050 per kilogram. Belum ada kenaikan maupun penurunan harga,” ujar Novrizal.

Dijelaskannya, dengan kondisi harga seperti sekarang ini. Para petani berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata agar kebijakan ekspor satu pintu benar-benar berdampak terhadap stabilitas harga sawit.

Jika harga terus bertahan rendah, pendapatan petani dan pelaku usaha sawit di daerah dikhawatirkan akan semakin tertekan dan berdampak pada perekonomian masyarakat perkebunan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan