Nomor WhatsApp Kades dan Ketua Adat Dibajak, Ini Pesan Mereka Agar Terhindar
Kepala Desa Tanjung Ganti, Tardian Sapri jelaskan nomor WhatsApp dibajak, Senin 4 Mei 2026.--
MAJE – Kasus pembajakan nomor WhatsApp kembali terjadi di Kecamatan Maje dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban, termasuk tokoh masyarakat dan kepala desa. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran karena pelaku diduga menyebarkan file berbahaya melalui akun yang telah diretas.
Pada Jumat awal Mei 2026, nomor WhatsApp milik Ketua Adat Hindu, I Wayan Sume, dilaporkan dibajak oleh pihak tidak bertanggung jawab. Nomor tersebut diketahui mengirimkan file berupa undangan pernikahan kepada sejumlah kontak. File tersebut diduga mengandung virus yang dapat membahayakan perangkat penerima.
I Wayan Sume membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku tidak lagi dapat mengakses akun WhatsApp miliknya karena tiba-tiba keluar secara otomatis dari perangkat yang digunakan. Setelah itu, nomor miliknya mengirimkan pesan tanpa sepengetahuannya.
BACA JUGA:Maraknya Catut Nama Bupati, Pemkab Bengkulu Selatan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
BACA JUGA:Oknum Catut Nama Kajari Bengkulu Selatan untuk Menipu, Chandra Kirana: Warga Jangan Percaya
“Iya, nomor WhatsApp saya dibajak. Tiba-tiba saya sudah tidak bisa masuk lagi,” ujarnya.
Dia menegaskan, pesan undangan pernikahan yang beredar bukan berasal darinya. Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka file yang dikirim melalui nomor tersebut.
“Saya minta kepada yang menerima pesan itu untuk tidak membuka file undangan, karena itu bukan dari saya dan diduga berisi virus,” jelasnya.
Kasus serupa juga terjadi pada Senin, 4 Mei 2026. Nomor WhatsApp milik Kepala Desa Tanjung Ganti, Tardian Sapri, turut menjadi sasaran pembajakan. Meski sempat diretas, nomor tersebut berhasil dipulihkan dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Sidang Lanjutan Korupsi Setwan Kaur, Saksi : Nama Saya Dicatut dan Tidak Berangkat
Tardian Sapri mengungkapkan, selama nomor miliknya dibajak, tidak ada aktivitas mencurigakan yang sempat terpantau. Namun, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan penyalahgunaan akun tersebut.
“Iya, sempat dibajak, tapi sekarang sudah berhasil dipulihkan,” katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak merespons pesan mencurigakan, terutama yang berisi permintaan uang atau pengiriman file dari nomor miliknya saat kejadian berlangsung.