Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Ekonomi Kaur Tumbuh, PDRB Kaur Naik Signifikan

Pertumbuhan ekonomi kaur dalam lima tahun terakhir tumbuh signifikan, Selasa 7 April 2026.--

BINTUHAN – Pertumbuhan ekonomi Kaur dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaur mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menurut pengeluaran terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepala BPS Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si menyampaikan, nilai PDRB Kaur pada 2021 tercatat sebesar Rp 3.900,87 miliar dan terus meningkat hingga mencapai Rp 5.390,27 miliar pada 2025. Kenaikan ini menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

“Secara umum, perekonomian Kaur tumbuh stabil. Ini terlihat dari peningkatan hampir di seluruh komponen pengeluaran,” ujar Antoni.

BACA JUGA:BPS Kaur Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Kaur: Program Ini Wajib Didukung

BACA JUGA:Kaur Akan Miliki 55 Gerai Sembako KDKMP, Apakah Akan Tingkatkan Ekonomi?

Dia menjelaskan, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur PDRB. Pada 2021, nilainya sebesar Rp 2.441,19 miliar dan meningkat menjadi Rp 3.301,7 miliar pada 2025. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 2021 tercatat Rp 803,93 miliar dan meningkat menjadi Rp 1.020,13 miliar pada 2025. Peran belanja pemerintah dinilai cukup penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sektor investasi, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga menunjukkan tren positif. Nilainya naik dari Rp 2.347,14 miliar pada 2021 menjadi Rp 2.956,6 miliar pada 2025. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan serta kepercayaan investor di daerah.

BACA JUGA:BPS Kabupaten Kaur Matangkan Persiapan SE2026, Ukur Perekonomian Daerah

BACA JUGA:KNMP Percepat Putaran Roda Perekonomian Masyarakat

Namun, komponen net ekspor barang dan jasa masih menjadi catatan. Nilainya tetap negatif, dari minus Rp 1.779,62 miliar pada 2021 menjadi minus Rp 2.056,09 miliar pada 2025. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Kaur masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, perubahan inventori menunjukkan fluktuasi. Pada 2023 sempat mengalami kontraksi hingga minus Rp20,97 miliar, sebelum kembali membaik pada tahun berikutnya.

Antoni menambahkan, data tahun 2024 masih bersifat sementara, sedangkan tahun 2025 merupakan angka sangat sementara. Meski demikian, tren pertumbuhan yang terjadi menunjukkan arah yang positif.

“Ke depan, kami berharap pertumbuhan ini terus berlanjut dengan dukungan semua pihak, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaur,” tutupnya.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan