SE 2026 Segera Digelar, BPS Kaur Intensifkan Persiapan dan Koordinasi
Kepala BPS Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, mengatakan, telah bertemu Bupati Kaur Gusril Puasi, S.Sos, MAP membahas pelaksanaan SE 2026. Sumber foto: koranradarkaur.id--
BINTUHAN – Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur terus mengintensifkan berbagai persiapan.
Selain pelatihan petugas dan sosialisasi, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kaur juga diperkuat guna memastikan kegiatan berjalan lancar.
SE dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghimpun data ekonomi secara menyeluruh, di luar sektor pertanian, hingga ke tingkat wilayah terkecil.
Kepala BPS Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, mengatakan, SE menjadi salah satu instrumen penting dalam memotret kondisi riil perekonomian masyarakat. Karena itu, seluruh tahapan persiapan dilakukan secara matang agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dia menjelaskan, data yang dihimpun dalam sensus mencakup jumlah pelaku usaha, jenis usaha, serta persebarannya di setiap wilayah. Informasi tersebut nantinya akan digunakan untuk melihat struktur ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
“Melalui sensus ini, pemerintah dapat mengetahui kondisi ekonomi secara lebih detail sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, BPS juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dukungan dari pemerintah daerah dinilai sangat penting untuk membantu kelancaran proses pendataan di lapangan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, BPS Kaur optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan data berkualitas. Data tersebut diharapkan mampu menjadi dasar kuat dalam mendorong pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Kaur.
"Keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam memberikan informasi yang jujur dan lengkap. Masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar kepada petugas sensus," terangnya.