Gerakan Literasi Perpusda Kaur Berlanjut, Fokus Wilayah 3T
Kabid Pelayanan Perpusda Kaur, Fitria Purnama Sari, MAP menjelaskan, program gerakan literasi kembali dilanjutkan ke wilayah 3 T, Rabu 1 April 2026.--
BINTUHAN – Program Gerakan Literasi yang digagas Dinas Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kaur kembali dilanjutkan.
Berbeda dari sebelumnya, kali ini program literasi tersebut difokuskan pada wilayah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T) atau desa-desa perbukitan.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerataan akses literasi, khususnya bagi pelajar yang berada di daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu dilaksanakan di wilayah desa bawah.
BACA JUGA:Perpustakaan Kabupaten Kaur Maksimalkan Gerakan Literasi Membaca di Sekolah
Di Kecamatan Maje, desa yang menjadi sasaran program ini adalah Desa Sinar Mulya dan Desa Tanjung Aur. Sementara di Kecamatan Nasal, terdapat sejumlah desa yang ikut dalam program tersebut, yakni Desa Suka Jaya, Trijaya, Pasar Jumat, Air Palawan, Sumber Harapan, Muara Dua, Bukit Indah, Sinar Banten, serta Air Batang.
Kabid Pelayanan Perpusda Kaur, Fitria Purnama Sari, MAP menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa di daerah terpencil.
Saat ini program ini sedang difokuskan ke daerah perbukitan.
BACA JUGA:Perpustakaan Kabupaten Kaur Maksimalkan Gerakan Literasi Membaca di Sekolah-Sekolah
BACA JUGA:Enam Usulan Literasi Diajukan, Relawan Kaur Beri Apresiasi Kepada Wabup
“Fokus program ini memang diarahkan ke wilayah 3T, karena sebelumnya sudah berjalan di desa bawah. Sekarang kita ingin pemerataan agar anak-anak di daerah perbukitan juga mendapatkan akses yang sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya tidak bekerja sendiri. Perpusda Kaur akan menggandeng berbagai pihak sebagai mitra kerja, termasuk relawan literasi hingga pemerintah desa setempat.
“Dalam pelaksanaan nanti, kami akan menggandeng relawan Perpusda serta pemerintah desa. Kolaborasi ini penting agar program bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Fitria, Gerakan Literasi ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.