Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Dikepung Bibit Siklon, Kaur Bakal Dihantam Angin Kencang 3 Hari

Temuan bibit siklon, beginilah kondisi laut di Pantai Linau Kecamatan Maje pasca dikeluarkan peringatan dini BMKG Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kamis 12 Februari 2026.-Sumber foto: IST/RKa-

MAJE – Bibit siklon tropis 92S terdeteksi di wilayah Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. Sistem ini diperkirakan terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan berpotensi memicu peningkatan gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia barat Lampung hingga Bengkulu.

Dampak dari kemunculan bibit siklon tersebut mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kaur. BMKG Stasiun Fatmawati Soekarno Bengkulu telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Dalam laporan BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai Kamis, 12 Februari 2026 hingga Sabtu, 14 Februari 2026.

BACA JUGA:Bibit Siklon dan Angin Kencang Intai Bengkulu, Cuaca Ekstrem Berpotensi di Pesisir Kaur

BACA JUGA:Kaur Siaga Cuaca Ekstrem, Bibit Siklon 91S Ancam Pesisir Barat Sumatera

Wilayah yang masuk dalam daftar terdampak meliputi Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, serta Kabupaten Kaur.

Pantauan di Pantai Linau Kecamatan Maje, menunjukkan kondisi gelombang laut saat ini cukup besar. Angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ketinggian gelombang mencapai sekitar dua meter. Angka tersebut berada di atas kondisi normal yang biasanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Kepala Desa Linau, Ispi Yulidarmin, mengatakan tingginya gelombang dipicu oleh hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi pada Rabu malam, 11 Februari 2026, disertai angin kencang.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Disebabkan Bibit Siklon di Samudra Hindia, Berlanjut Hingga 2025

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi Transportasi Laut dan Udara

Meski demikian, ia menilai kenaikan gelombang belum dalam kategori ekstrem. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingatkan sekaligus menyampaikan kepada nelayan untuk berhati-hati. Kondisi gelombang laut saat ini sedang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Darurat BPBD Kabupaten Kaur, Yanto, S.Sos, membenarkan bahwa berdasarkan laporan BMKG Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kabupaten Kaur termasuk daerah yang berpotensi terdampak angin kencang serta waspada hujan sedang hingga lebat.

Namun, untuk status siaga hujan lebat ekstrem, Kaur tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan