Bencana Tak Ada dalam Kalender, Simulasi Digencarkan
Tim gabungan melakukan simulasi penanggulangan bencana tsunami, Kamis 22 Januari 2026. -Sumber foto: IST/RKa-
BINTUHAN – Tim gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melaksanakan simulasi penanganan bencana, Kamis 22 Januari 2026.
Kegiatan bertempat di lapangan Kecamatan Kaur Tengah. Simulasi dimulai dari melakukan pendataan korban, membantu korban hingga menyampaikan laporan jumlah korban bencana.
“Simulasi untuk memastikan seluruh satuan yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana bisa memahami tugas dan fungsi apabila terjadi bencana. Simulasi kali ini dipelopori oleh TNI,” kata Kabid Darurat BPBD Kaur, Yanto, S.Sos, Kamis 22 Januari 2026.
BACA JUGA:Tim Gabungan Simulasi, Matangkan Persiapan Penanggulangan Bencana di Kaur
BACA JUGA:Untuk Pemulihan Lingkungan, Kaur Siap Sukseskan Program Mitigasi Bencana Gubernur
Dengan terus dilakukannya simulasi, apabila suatu saat terjadi bencana, tim yang telah terbentuk akan mengetahui apa saja yang harus dilakukan dalam membantu korban maupun melakukan pertolongan.
Di awal tahun ini, simulasi ini yang keduakali. Kegiatan ini sangat positif bagi BPBD Kaur maupun tim yang tergabung. Sehingga seluruh anggota tim akan bisa memahami dan sudah bisa melakukan tindakan apa yang harus dikerjakan jika musibah bencana datang.
Dengan kegiatan simulasi, lanjut Yanto, silaturahmi antar tim penanggulangan bencana selalu terjalin dengan baik. Koordinasi dan komunikasi yang lebih baik, emosional tim terbentuk sendirinya dan bisa memahami satu sama lain.
BACA JUGA:Belajar dari Bencana di Sumatera, DLH Kaur Dorong Sekolah Aktif Tanam Pohon
BACA JUGA:Siaga Bencana hingga Pengamanan Nataru, Pemkab Bengkulu Selatan Satukan Langkah Lintas Instansi
Dengan kegiatan yang ada, tim penanggulangan bencana Kabupaten Kaur benar-benar kompak dan selalu saling mendukung. Sehingga apabila terjadi bencana akan mudah memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan simulasi ini akan terus dilakukan. Sehingga anggota tim akan bisa memahami hal yang harus dilakukan jika terjadi bencana tanah longsor, banjir, gempa bumi dan tsunami.
Memang semua orang tidak menginginkan bencana itu terjadi. Tetapi bencana itu tidak ada di dalam kalender. Sehingga persiapan harus dilakukan dalam membantu masyarakat yang terkena bencana.*