Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Tim Gabungan Simulasi, Matangkan Persiapan Penanggulangan Bencana di Kaur

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan lainnya saat simulasi bencana, Kamis 8 Januari 2026.-Sumber foto: IST/RKa-

BINTUHAN - Untuk mematangkan persiapan penanggulangan bencana apabila terjadi, tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, Dinkes, Dinas Sosial, Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kaur melaksanakan kegiatan simulasi latihan penanggulangan bencana alam, Kamis 8 Desember 2026.

Kegiatan bertempat di Lapangan Desa Tanjung Kemuning I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur.

“Simulasi ini bagian dari persiapan apabila terjadi bencana alam. Ini penting, dengan simulasi tim gabungan ini sudah paham dan tahu apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi bencana,” kata Kabid Darurat BPBD Kaur, Yanto, S.Sos, Kamis 8 Januari 2026.

BACA JUGA:Korem 041/Gamas Gelar Latihan Simulasi Penanggulangan Bencana Guna Tingkatkan Kesiapsiagaan

BACA JUGA:BAZNAS Fokus Pemberdayaan Mustahik dan Penanggulangan Kemiskinan

Rangkaian kegiatan simulasi diawali dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Dandim 0408/BS Letkol Inf Angga Anugra, SH, M.IP. Ia menekankan seluruh tim agar senantiasa siap siaga dan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Seluruh peserta diminta untuk melaksanakan simulasi dengan serius layaknya kondisi nyata, menguji kesiapan peralatan serta memperkuat koordinasi dan komunikasi. 

Termasuk praktik penanganan dan evakuasi korban bencana. Sebagai bentuk peningkatan kemampuan dan keterampilan personel dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat dan terkoordinasi. 

BACA JUGA:7 Jenderal Polisi Bintang 1 Ditugaskan di IPDN, Hingga di Badan Penanggulangan Terorisme, Ini Nama - Namanya

BACA JUGA:Kaur Nihil Bantuan Alat Penanggulangan Bencana Alam, Berikut Ini Penyebabnya

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh anggota tim semakin siap dan sigap dalam menghadapi bencana alam. Serta mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dan yang terpening seluruh anggota yang mengikuti simulasi sudah memahami dan mengerti apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

Tidak kalah pentingnya koordinasi dan sinergitas harus dijaga, sehingga tim ini kompak dan siap memberikan pelayanan ke masyarakat yang membutuhkan. 

“Dengan telah dilakukan simulasi, harapan seluruh anggota tim bisa memahami dan mengerti apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi musibah bencana alam. Tidak kalah penting apa yang telah disimulasikan bisa dijalankan dengan baik apabila masyarakat membutuhkan pelayanan,” tutupnya.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan