Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Haduh! Warga Batu Lungun Terkena DBD Bertambah

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Lungun, Desta Hadinata sebutkan ada tiga kasus DBD, Selasa 7 Oktober 2025. Sumber foto: REGA/RKa--

NASAL – Warga Desa Batu Lungun Kecamatan Nasal kembali terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Kali ini, penyakit tersebut menimpa Kairul Saleh (48) yang dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kaur pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.

Dengan tambahan kasus ini, total sudah ada empat warga Desa Batu Lungun yang terserang DBD sejak Agustus hingga September 2025. Mereka adalah Elvina Fitri (26), Febriansyah (28), Saprul Hadi (53), dan Kairul Saleh (48).

Kasus pertama terjadi pada 20 Agustus 2025 yang menimpa Elvina Fitri. Selanjutnya, pada 10 September 2025, suaminya, Febriansyah, juga dinyatakan positif DBD.

Kasus ketiga terjadi pada 28 September 2025, dialami oleh Saprul Hadi yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani perawatan intensif. 

Sementara kasus terbaru menimpa Kairul Saleh, yang baru saja dikonfirmasi positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Kaur. Dua di antara mereka, yakni Elvina dan Febriansyah, telah dinyatakan sembuh, sementara Saprul Hadi masih menjalani masa pemulihan. Adapun Kairul Saleh saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Lungun, Desta Hadinata membenarkan, adanya empat kasus DBD tersebut. Menurutnya, meskipun dua warga sudah sembuh, pihak desa tetap khawatir akan munculnya kasus baru.

“Untuk Elvina dan Febriansyah, mereka sudah sembuh sepenuhnya. Sedangkan Saprul Hadi masih tahap pemulihan. Untuk Kairul Saleh, kami baru menerima informasi dari pihak keluarga bahwa hasil pemeriksaannya positif DBD. Jadi total sudah ada empat warga yang terkena,” jelas Desta.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Desa Batu Lungun bersamaDinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Puskesmas Muara Nasal, dan Polsek Muara Nasal telah melakukan kegiatan fogging di sejumlah titik. Namun hingga kini, belum ada bantuan tambahan berupa obat bubuk abate maupun kelambu dari instansi terkait.

“Kami sangat berharap adanya bantuan pencegahan seperti obat bubuk dan kelambu. Karena sudah ada empat warga yang terkena, kami khawatir kasus ini akan bertambah jika tidak segera diantisipasi,” ujarnya.

Desta juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta menutup wadah air agar tidak menjadi sarang nyamuk.

“Tentu ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan