Apa Tujuann BPS Kaur Bakal Susun Program Desa Cantik? Jawabannya Bikin Salfuk!
Tim pembinaan untuk program Desa Cantik sedang melaksanakan rapat. Sumber foto: koranradarkaur.id--
BINTUHAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur akan melaksanakan rapat penyusun tugas tim pembinaan untuk Program Desa Cantik (Cinta Statistik), sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi, kualitas data, serta pemanfaatan statistik di tingkat desa.
Rapat ini direncanakan untuk menyusun strategi evaluasi dan koordinasi bersama tim pembina agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Program Desa Cantik merupakan inisiatif nasional yang bertujuan menjadikan desa sebagai pusat data mikro yang akurat dan dapat diandalkan.
Dengan adanya program ini, setiap desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri dan menyusun perencanaan pembangunan berbasis data.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan satu data Indonesia di tingkat akar rumput.
BACA JUGA:BPS Kaur Laksanakan Pembinaan Desa Cantik Tahap Collect di Desa Linau
Kepala BPS Kabupaten Kaur, Dr Antoni Pestaria, SE, M.Si menjelaskan, rapat penyusun tugas ini penting untuk menyamakan persepsi serta membahas progres dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program Desa Cantik di wilayah Kaur.
Dalam forum tersebut juga akan dibahas strategi pendampingan dan pelatihan bagi aparatur desa agar mereka semakin terampil dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik.
Menurut Antoni, keterlibatan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga kader statistik desa sangat diperlukan agar implementasi program ini berjalan maksimal.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal yang terukur, sehingga kebijakan pembangunan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan fakta dan data yang konkret.
BACA JUGA:BPS Kaur Gagas Penguatan Pembangunan Berbasis Data, Maukah Desa Melaksanakannya?
"Beberapa desa di Kabupaten Kaur telah ditunjuk sebagai percontohan dalam program Desa Cantik, salah satunya di Desa Linau Kecamatan Maje. Mereka telah mendapatkan pelatihan dasar mengenai pengumpulan data, penggunaan aplikasi statistik sederhana, serta pengolahan dan analisis data untuk keperluan pembangunan desa. Ke depan, desa-desa ini akan menjadi model dan pusat belajar bagi desa lain," katanya.
BPS Kaur juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, tidak hanya selesai di tahap pelatihan, tetapi terus didampingi hingga desa benar-benar mandiri dalam pengelolaan data.
Rapat penyusunan tugas ini pun menjadi sarana awal untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan, termasuk dukungan teknis dan sarana prasarana.