Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Tirto Adhi Bapak Pers Indonesia Meninggal di Usia Muda Karena Tulisannya

Tirto Adhi Bapak Pers Indonesia Meninggal Diusia Muda Karena Tulisan dan Politik. Sumber foto: koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID - Dr Tirto Adhi Soerjo, atau yang sering disingkat T.A.S., dalam surat kabar tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kebangkitan nasional Indonesia.

Ia dikenal luas sebagai pelopor pers nasional dan tokoh jurnalistik pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat perjuangan dan pembentukan kesadaran kolektif di tengah masyarakat terjajah.

Lewat pena, Tirto menyulut semangat kebangsaan dan membuka ruang diskusi publik yang saat itu sangat terbatas.

Lahir di Blora, Jawa Tengah, pada tahun 1880, Tirto Adhi Soerjo berasal dari keluarga priyayi Jawa yang cukup terpandang.

Meski dibesarkan dalam lingkungan elite, Tirto justru memilih jalan perjuangan bersama rakyat kecil.

BACA JUGA:Tiga Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional di Era Presiden Prabowo-Gibran, Berikut Alasan Dikemukan! 

Sejak muda, ia telah menunjukkan ketertarikan kuat terhadap dunia tulis-menulis. Ia sempat mengecap pendidikan di sekolah kedokteran STOVIA di Batavia, namun lebih tertarik mengabdikan diri dalam dunia pers dan pergerakan sosial.

Kiprah awalnya dalam jurnalistik dimulai dari keikutsertaannya sebagai redaktur di surat kabar Bintang Betawi dan Soeloeh Keadilan.

Namun, kontribusi terbesarnya adalah ketika ia mendirikan dan memimpin berbagai media massa yang benar-benar menjadi corong bagi suara rakyat pribumi.

Selain sebagai jurnalis, Tirto aktif dalam organisasi pergerakan nasional. Ia tercatat terlibat dalam Budi Utomo dan mendirikan organisasi bernama Sarekat Dagang Islamiyah (SDI-ah) sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi pedagang Tionghoa dan sebagai tandingan terhadap Sarekat Dagang Islam yang didirikan H. Samanhoedi.

BACA JUGA:Intip Kisah Cinta Dua Pahlawan Nasional! Begini Kondisi Rumah Pengasingan Soekarno

Melalui organisasi dan medianya, Tirto berperan besar dalam membentuk opini publik pribumi. Ia adalah sosok pertama di Indonesia yang memanfaatkan surat kabar sebagai alat propaganda politik dan pembentuk kesadaran nasional.

Gagasan-gagasan yang ia suarakan banyak menantang sistem kolonial, hingga akhirnya menarik perhatian penguasa Belanda.

Karena isi tulisannya yang dianggap membahayakan stabilitas kolonial, Tirto Adhi Soerjo beberapa kali mendapat tekanan dari pemerintah Hindia Belanda.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan