Jembatan Penghubung Tanjung Aur Bakal Diperbaiki, Cek Jadwalnya!
Begini kondisi jembatan penghubung antara Desa Tanjung Aur dan Desa Linau pada Minggu, 29 Juni 2025-Sumber foto: Koranradarkaur.id-
MAJE – Pemerintah Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje menjadwalkan perbaikan jembatan non permanen penghubung antara Desa Tanjung Aur dan Desa Linau pada Minggu, 29 Juni 2025. Jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter itu saat ini dalam kondisi rusak dan membahayakan.
Material berupa papan kayu untuk perbaikan sudah tersedia di lokasi, sejak beberapa hari terakhir. Perbaikan akan dilakukan secara gotong royong (Goro) dengan melibatkan beberapa warga dari Desa Air Long, Desa Benteng Harapan dan Desa Linau, terutama para pemilik kebun yang sehari-hari memanfaatkan jembatan untuk mengangkut hasil pertanian.
Kades Tanjung Aur Supriyadi mengatakan, jembatan ini telah digunakan selama 12 tahun, dan hampir setiap tahun mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat yang melintas. Jika tidak diperbaiki dikhawatirkan bakal terjadi hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA:Jembatan Penghubung di Kulik Sialang Lapuk, Kondisinya Mengancam Keselamatan Warga
BACA JUGA:DPRD Kaur Bakal Kawal Perbaikan Jembatan Muara Dua yang Sudah Berusia 30 Tahun
“Kalau menunggu pembangunan jembatan permanen, prosesnya masih lama. Jadi sambil menunggu realisasi pembangunan, kami perbaiki sementara lewat Goro ,” kata Supriyadi.
Dia menyebutkan, usulan pembangunan jembatan permanen sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten Kaur dan DPRD.
Namun karena usulan baru dimasukkan ke pertengahan tahun ini. Maka, diperkirakan pembangunan permanen baru dapat dilakukan pada 2026 mendatang.
BACA JUGA:Hari Pertama Kerja, Bupati BS Rifai Tajuddin Cek Jalan dan Jembatan Nyaris Putus di Sukarami
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Terpilih Pastikan Jalan dan Jembatan Sekunyit Diperbaiki, Intip Dananya!
Dalam kegiatan Goro ini, warga diimbau membawa peralatan kerja seperti palu, parang, dan gergaji. Hal ini guna mempercepat proses perbaikan sementara agar jembatan tetap bisa dilalui dengan aman.
Dia juga menegaskan, perbaikan secara swadaya ini menjadi bukti kekompakan dan kepedulian warga terhadap infrastruktur desa. Meski kewenangan pembangunan secara permanen berada di tangan pemerintah daerah.
“Ini akses utama masyarakat. Hampir semua aktivitas angkut hasil kebun dan lalu lintas kendaraan roda dua hingga roda enam lewat sini. Kalau putus, warga harus memutar jauh, dan itu jelas sangat menyulitkan,” ujar Supriyadi.
Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Tanjung Aur dan Desa Linau, tetapi juga menjadi akses utama menuju lahan-lahan perkebunan warga serta jalur strategis penghubung ke jalan lintas kecamatan.