Krisis BBM, Warga Kaur Diminta Waspadai BBM Oplosan
Inilah kondisi SPBU Air Numan di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje antrian masih mengular, Rabu 28 Mei 2025-Sumber Foto: koranradarkaur.id-
MAJE - Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Provinsi Bengkulu mengalami gangguan serius akibat pendangkalan di jalur pelayaran Pulau Baii Kota Bengkulu. Akibat kondisi tersebut, pasokan BBM dari pusat menuju Kota Bengkulu menjadi tersendat.
Dampaknya, sejumlah SPBU di Provinsi Bengkulu, termasuk Kabupaten Kaur, mengalami keterbatasan suplai BBM, baik jenis Pertalite maupun Solar.
Kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU. Bahkan, jumlah pembelian BBM pun dibatasi berdasarkan Surat Edaran Pertamina Nomor 091/PND535000/2025-53 tertanggal 27 Mei 2025.
Dalam surat tersebut, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan membeli maksimal 25 liter per hari, sementara kendaraan roda dua dibatasi 5 liter per hari.
BACA JUGA:Antrian BBM di Kaur Mengular, Ngantri Hingga Subuh, Pengisian Dibatasi
BACA JUGA:Wapres Gibran dan Sultan Kunjungi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Atasi Krisis BBM
Pertamina juga mewajibkan SPBU menerapkan beberapa langkah pengawasan ketat, di antaranya mengikuti SOP pengisian BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Biosolar dan Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite melalui pemindaian QR code via Data Capture (EDC). QR code wajib sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Pengecekan riwayat transaksi kendaraan guna mencegah pengisian tidak wajar. Dilarang melakukan pengisian berulang untuk kendaraan yang sama, serta pengisian dalam jeriken tanpa surat rekomendasi dari OPD terkait.
SPBU juga diminta berkoordinasi aktif dengan aparat penegak hukum (APH) setempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama masa darurat distribusi ini.
Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH melalui Kapolsek Maje Ipda Alpino mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Jika tidak mendapatkan BBM di SPBU, warga diminta membeli dari pengecer terpercaya yang benar-benar mengambil pasokan dari SPBU.
Ini untuk menghindari penjual BBM oplosan. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan ataupun korban.
"Kami paham kondisi sekarang ini, fokus masyarakat hanya bagaimana caranya mendapatkan BBM. Tapi tidak khawatir dengan BBM oplosan, oleh karenanya kami menginginkan masyarakat untuk waspada. Kalau tidak mendapatkan bagian dari SPBU, belilah BBM kepada eceran warung yang terpercaya," katanya.
Dia juga mengingatkan para pengecer untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Menurutnya, menaikkan harga demi keuntungan pribadi di tengah krisis seperti ini merupakan tindakan yang tidak etis dan berpotensi melanggar hukum.
Untuk memastikan BBM yang dijual masyarakat berkualitas dan bukan oplosan. Pihaknya akan melakukan giat pengecekan disejumlah eceran warung.