Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Waspada Virus dari Tikus! Dinkes Bengkulu Selatan Minta Warga Lakukan yang Ini!

Meski belum ditemukan adanya warga yang terpapar penyakit hantavirus, masyarakat tetap diminta waspada virus dari tikus dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sumber foto : ROHIDI/RKa--

BENGKULU SELATAN (BS) - Dinas Kesehatan Kabupaten BS memastikan hingga saat ini wilayahnya masih aman dari kasus hantavirus.

Meski belum ditemukan adanya warga yang terpapar virus tersebut, masyarakat tetap diminta waspada virus dari tikus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari keberadaan tikus di sekitar rumah.

Belakangan ini, hantavirus mulai menjadi perhatian karena dikenal sebagai virus yang dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan manusia. Penyakit tersebut umumnya ditularkan melalui tikus, baik dari urine, kotoran maupun air liur hewan pengerat yang mencemari lingkungan sekitar.

Kadis Kesehatan BS Didi Ruslan, S.KM, M.Si mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus hantavirus di wilayah BS. Meski demikian, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar virus tersebut tidak sampai masuk dan menyebar di daerah.

“Di Bengkulu Selatan belum ada, dan diharapkan tidak ada kasus ini masuk ke wilayah Bengkulu Selatan,” ujar Didi Ruslan.

Menurutnya, hantavirus perlu diwaspadai karena gejala awal penyakit tersebut sering kali menyerupai flu biasa. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala hingga gangguan pernapasan seperti sesak napas. Dalam kondisi tertentu, infeksi virus ini bahkan dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru.

Karena berasal dari tikus, Dinkes BS mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan rumah maupun lingkungan sekitar menjadi tempat berkembang biaknya hewan pengerat tersebut. Ruangan yang lembap, gudang yang jarang dibersihkan hingga tumpukan barang tidak terpakai disebut menjadi lokasi yang rawan dijadikan sarang tikus.

“Penyakit ini merupakan virus yang berasal dari tikus, sehingga masyarakat harus selalu menjaga kebersihan dan waspada jangan sampai rumahnya menjadi sarang tikus. Segera bersihkan ruangan-ruangan yang berpotensi menjadi sarang tikus,” ungkap Didi.

Ia menjelaskan, langkah pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan secara rutin. Sampah rumah tangga harus segera dibuang, makanan disimpan dengan baik, serta saluran air dan sudut rumah yang kotor dibersihkan agar tidak mengundang tikus datang.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga menjadi sarang tikus. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko terhirupnya partikel virus yang mungkin berasal dari kotoran atau urine tikus yang mengering.

Dinkes BS juga mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala yang muncul. Jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, tubuh lemas hingga sesak napas, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih cepat.

Menurut Didi, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah masuknya hantavirus ke Bengkulu Selatan. Ia berharap masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi kesehatan keluarga masing-masing.

Di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan juga terus melakukan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit untuk memantau perkembangan situasi. Tenaga kesehatan diminta tetap siaga apabila sewaktu-waktu ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko penyebaran berbagai penyakit yang berasal dari lingkungan, termasuk hantavirus. Dengan lingkungan yang bersih dan bebas tikus, potensi penyebaran virus tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan