Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Digagas Rohidin Mersyah, Program Kuliah Gratis Perangkat Desa Terancam Terhenti

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Bengkulu, Siswanto, S.Sos., M.Si menerangkan tentang kuliah gratis perangkat desa, Minggu 11 Mei 2025-Sumber Foto: koranradarkaur.id-

BENGKULU - Harapan sejumlah perangkat desa di Provinsi Bengkulu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terancam pupus. Hingga kini, Pemerintah Provinsi Bengkulu belum memberikan kepastian terkait keberlanjutan program beasiswa  kuliah gratis perangkat desa.

Memang program ini digagas Gubernur Bengkulu sebelumnya, Rohidin Mersyah. Sehingga  ada kewajaran jika saat terjadi pergantian gubernur program ini tidak menjadi perhatian serius gubernur menjabat sekarang. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Bengkulu, Siswanto, S.Sos., M.Si mengungkapkan, program tersebut sebenarnya telah berjalan hingga angkatan kedua. Namun, kelanjutan untuk angkatan ketiga masih belum dapat dipastikan.

“Angkatan ketiga kita akan lihat dulu. Masih memungkinkan atau tidak,” ujar Siswanto, Jumat (10/5).

Lebih lanjut, Siswanto menambahkan bahwa pelaksanaan angkatan ketiga tergantung pada pertimbangan Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan. Selain itu, belum tersedianya anggaran di dalam APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025 menjadi kendala utama yang menghambat program tersebut.

BACA JUGA:Seleksi Pentaru KKP 2024 di Kaur, Kuliah Gratis, dapat Laptop Hingga Uang Saku Bulanan

BACA JUGA:Program Kuliah Gratis Perades Bengkulu Kembali Dilanjutkan, Ini Jadwalnya

“Anggarannya untuk pendidikan seluruh perangkat desa angkatan ketiga ini juga belum ada,” imbuhnya.

Meski begitu, Siswanto memastikan,  angkatan pertama dan kedua tetap berjalan karena dana pendidikannya telah dialokasikan sejak awal. Bahkan, angkatan pertama yang terdiri dari 100 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dijadwalkan akan mengikuti wisuda tahun ini.

“Angkatan pertama dan kedua tetap berlanjut, pasalnya anggarannya sudah dialokasikan saat penerimaan angkatan tersebut,” jelasnya.

Program kuliah gratis bagi perangkat desa ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Program ini tidak hanya menyasar kepala desa, tetapi juga seluruh perangkat desa, dengan jumlah peserta setiap angkatan sebanyak 100 orang.

“Program kuliah gratis bagi perangkat desa di Provinsi Bengkulu yang selama ini menjadi angin segar bagi peningkatan kapasitas aparatur desa, kini nasibnya belum jelas,” tutup Siswanto.

Sebelumnya, Program Kuliah Gratis dengan jenjang Strata 1 (S1) bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa di Provinsi Bengkulu digagas oleh Gubernur Bengkulu sebelumnya, Rohidin Mersyah dengan pendanaan bersumber dari APBD dengan total mencapai Rp 280 juta diperuntukkan bagi 100 orang yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa yang tersebar di 9 Kabupaten se-Provinsi Bengkulu.

Dengan belum pastinya keberlanjutan program ini, para perangkat desa pun berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian dan solusi, agar peningkatan kualitas SDM di tingkat desa tidak terhambat.  *

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan