Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Honor Petugas TPA di Kaur Lima Bulan Belum Dibayar

Honor petugas TPA sampah warga Desa Sekunyit Kecamatan Tetap belum dibayar, Senin 5 Mei 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BINTUHAN – Honor petugas penjaga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Dusun Latihan Desa Tanjung Besar Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, belum dibayarkan selama lima bulan. Terhitung sejak Januari hingga Mei 2025, total honor yang belum diterima mencapai Rp 3,5 juta, dengan rincian Rp 700 ribu per bulan.

Tamrin (68), petugas TPA Sampah warga Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan mengatakan, telah mengabdi selama 13 tahun sebagai penjaga TPA di Dusun Latihan. Selama bekerja di TPA keterlambatan pembayaran honor paling lama tahun ini. Biasanya jika ada keterlambatan, hanya berlangsung 2 hingga 3 bulan saja.

"Biasanya tiap bulan saya terima gaji. Namun, sejak awal tahun ini, saya belum menerima gaji. Saya tidak tahu kenapa sampai sekarang belum dibayarkan,” kata Tamrin kepada RKa, Senin 5 Mei 2025. 

Sebagai solusi untuk bertahan hidup, Tamrin mengaku, terpaksa mencari barang bekas di tumpukan sampah TPA untuk kemudian dijual ke pengepul. Hasil dari penjualan barang bekas tersebut, dia gunakan untuk membeli bensin. Agar bisa pulang pergi dari rumahnya di Desa Sekunyit ke lokasi TPA yang jaraknya mencapai 9 kilometer.

“Kalau tidak begitu, saya tidak punya uang untuk beli bensin pulang pergi,” ujarnya.

BACA JUGA:Sebelum Lebaran, Gaji Honorer Dipastikan Dibayarkan, Ini Penjelasan Sekda Kaur

BACA JUGA:Kaur Alokasikan Rp 8 Miliar untuk Penggajian 952 Honorer

Tamrin juga menceritakan bahwa dirinya pernah tinggal di perumahan  TPA. Namun, karena perumahan tersebut tidak memiliki aliran listrik dan air bersih, dia akhirnya memilih untuk kembali tinggal dirumahnya. Untuk mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan lainnya, Tamrin mengaku harus berjalan 1 hingga 2 kilometer ke masjid terdekat untuk mendapatkan air.

“Saya sesekali saja menginap di sini. Kalau untuk tinggal di sini terus terang, selama aliran listrik dan tidak ada air bersih saya belum berani. Apalagi, di sini lokasinya masih lebat dan jauh dari permukiman," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah daerah segera mencairkan honor yang tertunda, dan memberi perhatian lebih kepada petugas kebersihan dan penjaga TPA. Karena peran mereka sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Kaur. 

"Kami harap, bapak Bupati bisa mencarikan solusi atas keterlambatan upah kami ini. Karena saya pribadi hanya bergatung pada upah itulah untuk makan dan pulang pergi bekerja," paparnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan