Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Minimnya Pendampingan, Begini Nasib Pelaku Usaha di Kaur

Inilah pelaku usaha telor di Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan, Minggu 4 Mei 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BINTUHAN – Nasib para pelaku usaha telur di Kabupaten Kaur hingga kini masih jauh dari kata berkembang.

Pasalnya, hingga saat ini mereka belum pernah mendapatkan pelatihan resmi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaur. Baik dalam hal pengelolaan usaha, strategi pemasaran, maupun pemanfaatan teknologi digital.

Padahal, di era digitalisasi seperti sekarang, kemampuan untuk melakukan transaksi digital dan pemasaran online sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan omzet.

Mirisnya, sebagian besar pelaku usaha telur di daerah ini masih mengandalkan cara-cara konvensional dalam menjalankan bisnis mereka.

BACA JUGA:Ternyata Ini Loh Perbedaan KUR Mikro, Kecil dan Super Mikro! Pelaku Usaha Wajib Tahu Nih!

Minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial, aplikasi e-commerce, hingga metode transaksi digital yang praktis dan efisien, membuat peluang mereka untuk berkembang dan bersaing dengan daerah lain menjadi sangat terbatas.

Salah satu pelaku usaha telur, Sirat Meri (54) warga Desa Pahlawan Ratu Kecamatan Kaur Selatan, mengaku dirinya tidak terlalu mengerti bagaimana memasarkan produk maupun melakukan transaksi secara digital.

Selama ini, ia masih mengandalkan cara konvensional dalam menjalankan usahanya.

Di era digitalisasi seperti sekarang, ia menyadari pentingnya menyesuaikan diri. Namun, keterbatasan pemahaman soal teknologi membuat dirinya dan banyak pelaku usaha kecil lainnya ketinggalan.

BACA JUGA:Pelaku Usaha Ikuti Zoom Bersama BPOM Bengkulu Tentang Cara Produksi Olahan Pangan Baik

"Saya tidak terlalu mengerti cara melakukan pemasaran secara digital itu. Kalau di Facebook, ya bisa, tapi kalau di e-commerce itu saya tidak paham, begitu juga dengan transaksi digital. Harusnya ini menjadi perhatian dari pemerintah, supaya kami yang tidak mengerti ini jadi tahu. Sehingga potensi usaha masyarakat Kaur bisa dilihat secara nasional. Dengan begitu, peluang untuk berkembang juga lebih besar," ujarnya.

Sirat berharap, instansi terkait bisa lebih aktif melakukan pendampingan dan pendekatan langsung kepada pelaku usaha mikro di Kaur.

Terutama dalam hal digitalisasi, agar mereka bisa memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Menurutnya, jika usaha kecil tumbuh, maka perekonomian daerah akan terangkat, dan angka kemiskinan pun bisa berkurang secara perlahan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan