Capaian IKD Bengkulu Masih Rendah, Ini Penyebabnya
Kadis Dukcapil Provinsi Bengkulu Syahjudin jelaskan tentang capaian IKD, Selasa 22 April 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
BENGKULU - Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Provinsi Bengkulu masih rendah.
Penyebab rendanya capaian IKD di Provinsi Bengkulu lantaran masih banyaknya masyarakat yang mengutamakan KTP fisik.
Ini dibenarkan Kadis Dukcapil Provinsi Bengkulu Syahjudin.
"Sejak diberlakukan mulai tahun 2023 lalu, baru 67.827 penduduk yang mengaktivasi IKD atau sekitar 4,5 persen dari total jumlah wajib KTP sebanyak 1,5juta jiwa," kata Syahjudin.
Lebih lanjut Syahjudin menyampaikan, penyebab rendahnya capaian IKD di Provinsi Bengkulu lantaran masih banyak masyarakat yang menggunakan KTP fisik sebagai indentitas resmi.
BACA JUGA:Hanya OPD Ini Tak Bayar Kewajiban Zakat Sepanjang Tahun 2024, Baznas Kaur : Sudah Didatangi
"Banyak masyarakat kita yang masih mengutamakan KTP fisik, padahal KTP Digital sangat perlu," ungkap Syahjudin.
Lebih lanjut Syahjudin juga mengungkapkan, kendala blank spot atau jaringan juga menjadi salah satu penyebab rendahnya capaian IKD. Khususnya di wilayah - wilayah yang sulit terjangkau jaringan.
"Namun kota tetap mendorong agar masyarakat menggunakan KTP Digital," ujar Syahjudin.
Adapun upaya yang dilakukan Dukcapil Provinsi Bengkulu dalam meningkatkan persentase pengunakan IKD, dengan melakukan upaya jemput bola ke OPD - OPD yang ada di lingkungan pemerintah Provinsi Bengkulu. Upaya itu telah dilakukan di sejumlah OPD yang mulai kembali dilakukan pada pekan ini.
BACA JUGA:Guna Sukseskan Program Unggulan 100 Hari Kerja Bupati Kaur, Seluruh Kepala OPD Dikumpulkan
"Kemarin kita sudah ke dinas Perkim, kebetulan ada acara disana dan sekaligus melakukan IKD disana," katanya.
Nantinya masyarakat yang ingin mengganti KTP karena rusak ataupun tambah data, pihaknya akan mengarahkan mereka untuk aktivitas identitas kependudukan digital.
Penggunaan IKD sebelumnya diterapkan secara bertahap. Pada tahap awal menyasar penduduk usia muda karena mereka lebih akrab dengan smartphone.