Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

200 Warga Tanjung Perbaiki Jembatan, Ini Penjelasan Kades

Sebanyak 200 warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje perbaiki jembatan di kilometer 14, Kamis 27 Februari 2025-Sumber Foto: koranradarkaur.id-

MAJE – Sebanyak 200 warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur gotong royong (Goro) perbaiki jembatan di jalan utama kilometer 14 eks Bengkulu Raya Timber (BRT), Kamis, 27 Februari 2025.

Jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 3 meter ini mengalami kerusakan parah akibat lantai kayunya yang mulai lapuk. Kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.  

Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga menuju permukiman dan perkebunan. Kerusakannya menyebabkan kendaraan roda dua kesulitan melintas, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Aur bersama warga berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya agar mobilitas tetap lancar.  

Kepala Desa Tanjung Aur Supriyadi mengatakan, jembatan yang telah diperbaiki kini sudah bisa dilintasi kendaraan.

BACA JUGA:Butuh Dana Rp 29 Miliar, Jalan dan Jembatan Sekunyit Belum Ada Tanda Akan Diperbaiki 2025 Ini

BACA JUGA:Sudah Tak Layak Dilewati! Jembatan Penghubung Sentral Pertanian Rusak Parah

Namun, dia menegaskan bahwa perbaikan ini hanya bersifat sementara, mengingat jembatan tersebut masih menggunakan material kayu yang tidak bertahan lama.  

"Iya, karena jembatan ini masih menggunakan material kayu, hampir setiap tahun kami harus memperbaikinya. Jika dibiarkan tanpa perbaikan, kami khawatir kerusakan akan semakin parah dan membahayakan masyarakat," ujarnya.  

Supriyadi menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, sebanyak 200 warga turut serta dalam proses perbaikan. Meskipun menggunakan alat dan bahan seadanya, mereka tetap bersemangat demi kelancaran akses di desa mereka.  

Dia berharap pemerintah dapat membantu membangun jembatan permanen berbahan beton agar warga tidak terus-menerus menghadapi permasalahan yang sama setiap tahun. Menurutnya, jembatan ini memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama bagi petani yang mengangkut hasil bumi ke pasar serta anak-anak yang pergi ke sekolah.  

“Jika tidak diperbaiki secara permanen, dikhawatirkan jembatan bisa runtuh dan membahayakan keselamatan warga. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar desa kami tidak semakin terisolasi,” tuturnya.  

Meskipun jembatan telah selesai diperbaiki, mereka tetap menggantung harapan kepada pemerintahan kabupaten kaur. Mengingat bukan hanya, jembatan yang harus diperhatikan pemerintah. Tetapi jalan juga harus menjadi perhatian. Sebab selama dua dekade lebih mereka tidak mendapatkan perhatian, terutama pemerataan pembangunan infrastruktur.

"Kami berharap, pemerintahan yang baru ini bisa lebih memperhatikan kami yang tinggal di perbukitan ini. Agar tidak ada lagi ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kaur kedepan," ujarnya.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan