Teuku Umar dan Cut Nyak Dien, Pasangan Pahlawan Nasional dari Aceh
Teuku Umar dan Cut Nyak Dien merupakan pasangan suami dan istri ditetapkan pahlawan Nasional. Sumber foto: koranradarkaur.id--
Ia menyampaikan keprihatinannya kepada Nanta bahwa banyak pejuang telah gugur sebagai syuhada. Setelah Ibrahim Lamnga tiada, Teuku Umar kemudian menggantikan perannya, tidak hanya sebagai pemimpin perjuangan di wilayah VI Mukim, tetapi juga sebagai suami yang berkomitmen mendampingi Cut Nyak Dhien serta meneruskan cita-cita Ibrahim untuk mengusir penjajah.
BACA JUGA:Fatmawati Pilih Tinggalkan Istana, Soekarno Tak Pernah Menjatuhkan Talak
Perang Aceh sendiri tercatat sebagai perang kolonial terlama sekaligus termahal yang pernah dihadapi Belanda.
Bahkan dalam konflik tersebut, Belanda kehilangan salah satu jenderalnya, Mayor Jenderal Kohler, yang tewas tertembak pada 14 April 1873.
2. Profil Cut Nyak Dhien
Penobatan Cut Nyak Dhien sebagai pahlawan nasional erat kaitannya dengan andil besar seorang sejarawan dan budayawan Aceh, Teuku Iskandar. Ia mengajukan nama Cut Nyak Dhien pada tahun 1956 dengan alasan bahwa perjuangan dan keteladanan sosok Srikandi Aceh ini mampu menginspirasi rakyat dalam melawan penjajah.
Butuh waktu delapan tahun hingga usulan tersebut terealisasi. Prosesnya diawali dengan pengumpulan bukti-bukti perjuangan, baik berupa surat, catatan sejarah, maupun kesaksian dari orang-orang yang mengenal beliau.
Seluruh dokumen itu kemudian diserahkan kepada Tim Verifikasi dan Evaluasi Pahlawan Nasional bentukan pemerintah.
Cut Nyak Dhien dilahirkan pada tahun 1848 di Aceh Besar, tepatnya di daerah VI Mukim. Ia berasal dari keluarga bangsawan religius. Ayahnya, Teuku Nanta Seutia, adalah seorang Uleebalang VI Mukim yang masih memiliki garis keturunan Datuk Makhudum Sati, perantau dari Minangkabau. Semasa kecil, Cut Nyak Dhien dikenal memiliki paras cantik serta kecerdasan dalam pendidikan agama.
Pada tahun 1863, ketika berusia 12 tahun, ia dinikahkan dengan Teuku Ibrahim Lamnga, putra dari Teuku Po Amat, Uleebalang Lam Nga XIII. Ibrahim Lamnga dikenal berwawasan luas sekaligus taat dalam beragama. Dari pernikahan ini, Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar dikaruniai seorang anak laki-laki.