Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Tokoh Jurnalis yang Terlibat Proklamasi, Mulai Penyusunan hingga Pembacaan

B.M. Diah salah satu toko jurnalis yang terlibat saat Proklamasi. Sumber foto: koranradarkaur.id--

B.M. Diah menjadi salah satu wartawan penting yang menyaksikan perumusan teks proklamasi kemerdekaan RI berkat karirnya yang terus melejit. Dimana, B.M. Diah adalah wartawan Asia Raya yang secara langsung mengikuti proses perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di kediaman Laksamana Tadashi Maeda. 

Bermodalkan sebuah coretan rancangan naskah proklamasi, ia mendatangi percetakan. Yakni, untuk dicetakan naskah proklamasi itu hingga seribu lembar.

Dengan semangat berkobar, ia menyebarkan berita naskah Proklamasi ke seantero Jakarta, dan diperbanyak hingga pelosok negeri. Misi khusus dari Bung Hatta itu diselesaikan dan dibuktikan dengan baik oleh B.M. Diah.

2. Sayuti Melik

Sayuti Melik dikenal sebagai jurnalis sekaligus aktivis yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, yakni mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Lahir di Yogyakarta pada 25 November 1908 dengan nama kecil Mohammad Ibnu Sayuti, ia dibesarkan dalam lingkungan yang menanamkan nilai nasionalisme sejak dini.

Didikan ayahnya membentuk Sayuti menjadi pribadi yang aktif dalam dunia politik dan lantang menyuarakan cita-cita kemerdekaan.

Pada momen menjelang Proklamasi, ia bersama Sukarni turut hadir dalam meja perundingan untuk membahas penyusunan teks proklamasi.

BACA JUGA:Sejumlah Peristiwa Besar Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Dalam rapat tersebut, Bung Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo merupakan salah satu figur yang paling aktif menyuarakan pendapatnya. Sementara itu, Chaerul Saleh mengemukakan penolakannya terhadap usulan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk oleh Jepang.

Sayuti Melik dan Sukarni akhirnya berhasil meredakan ketegangan tersebut. Sukarni hadir sebagai perwakilan golongan pemuda, sedangkan Sayuti Melik bertugas membantu Bung Karno. Melik adalah tokoh yang mengusulkan bunyi teks proklamasi ditandatangani "atas nama bangsa Indonesia". Usulan tersebut disetujui Bung Karno, yang lalu memerintahkan Sayuti untuk mengetik teks proklamasi di ruangan terpisah.

3. Alex Mendur

Alexius Impurung Mendur lahir di Kawangkoan, Sulawesi Utara, pada 7 November 1907. Ia adalah anak pertama dari sebelas bersaudara, buah hati pasangan August Mendur dan Ariance Mononimbar. Kariernya sebagai fotografer dimulai sejak usia 15 tahun di Batavia, bersama kerabatnya, Anton Nayoan.

BACA JUGA:Moehammad Jusuf Ronodipuro, Penyiar Proklamasi yang Nyaris Tewas Karena Siaran

Saat bekerja di Kantor Berita Domei, Alex mendapat informasi tentang rencana upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bersama saudaranya, Frans, ia bergegas menuju kediaman Soekarno untuk mengabadikan peristiwa bersejarah tersebut. Namun, di tengah proses pemotretan, film kamera Alex dirampas oleh tentara Jepang, sehingga hanya hasil jepretan Frans yang berhasil diproses dan dipublikasikan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan