Tujuh Benda Sakral Budaya Jawa, Simbol Harmoni dan Kekuatan Spiritual
Ilustrasi tujuh benda sakral budaya jawa, simbol harmoni dan kekuatan spiritual-Sumber Foto: koranradarkaur.id-
Terakhir, batik bermotif sakral menjadi benda ketujuh. Motif tertentu, seperti parang rusak atau sidomukti, hanya boleh digunakan dalam acara-acara adat khusus seperti pernikahan, penobatan, atau upacara spiritual. Pemakaiannya di luar konteks adat sering dianggap melanggar nilai kesakralan.
Tujuh benda ini mencerminkan betapa masyarakat Jawa menjunjung tinggi hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Lebih dari sekadar benda, ketujuhnya menjadi penghubung antara dunia nyata dan dimensi spiritual yang memperkuat jati diri budaya Jawa hingga kini. *