Diduga Mengantuk, Fuso Hantam Tebing di Tanjung Besar
Fuso mengalami kecelakaan tunggal dan menabrak tebing di Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan, pada Rabu pagi 1 Oktober 2025.-Sumber Foto: REGA/RKa-
BINTUHAN – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan lintas Desa Tanjung Besar Kecamatan Kaur Selatan, pada Rabu pagi 1 Oktober 2025. Satu unit fuso berwarna biru dengan nomor polisi B 4352 W nyungsep dan menabrak tebing di sisi kiri jalan. Peristiwa ini diduga kuat akibat sopir mengantuk saat mengemudi.
Kecelakaan berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB. Truk fuso yang diketahui berangkat dari Jakarta menuju Bengkulu itu tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak tebing. Beruntung tidak ada korban jiwa. Sopir truk selamat, hanya saja kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan, khususnya bemper.
Kapolres Kaur, AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH, melalui Kasat Lantas Polres Kaur, Iptu Carles Effendi, S.Sos, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan warga, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
BACA JUGA:BREAKING NEWS! Mobil Milik Pejabat Laka Lantas di Parda Suka, Diduga Milik Hakim
BACA JUGA:BREAKING NEWS!! Laka Tunggal, Korban Dilarikan ke Puskesmas Bintuhan
“Benar ada kecelakaan tunggal. Diduga sopir mengantuk sehingga kendaraan keluar jalur dan menabrak tebing. Tidak ada korban jiwa, dan kendaraan sudah dievakuasi,” jelas Iptu Carles.
Dia menambahkan, setelah proses evakuasi, fuso tersebut kembali melanjutkan perjalanan karena kerusakan yang dialami tidak terlalu parah dan masih bisa dijalankan. Meski begitu, pihak kepolisian tetap mengingatkan sopir agar lebih berhati-hati di jalan.
Kasat Lantas juga menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi dalam perjalanan jauh. Mengantuk, menurutnya, adalah salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, khususnya pada kendaraan besar seperti truk fuso yang melintas di jalur lintas barat Sumatera.
“Jika sudah merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti sejenak untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri karena taruhannya nyawa. Keselamatan harus diutamakan,” tegasnya.
Dia menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengendara, terutama sopir angkutan barang, agar selalu menjaga kondisi tubuh dan tetap fokus saat berkendara. Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar.
“Kami berharap peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. Kecelakaan akibat sopir mengantuk sangat berbahaya, bukan hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi pengguna jalan lain. Untuk itu, kami imbau selalu utamakan keselamatan dan berhenti jika lelah,” ujarnya.*