Keseringan Melucu Abu Nawas dipanggil Guru Badut, Intip Kisahnya di Sini!
Abu Nawas, penyair dan filsuf Arab yang terkenal dengan humor cerdasnya-Sumber Foto: koranradarkaur.id-
"Apakah tidak ada buku anatomi yang lebih baru?" tanya Abu Nawas menirukan pertanyaan pelajar kepada penjual buku. "Buku-buku di sini sudah berumur lebih dari 10 tahun!" protes pelajar tersebut.
"Perhatikan, nak. Tidak ada penambahan tulang baru dalam tubuh manusia dalam 10 tahun terakhir. Begitu juga, tidak ada perubahan pada kodrat manusia selama 10.000 tahun terakhir," jawab penjual buku kepada pelajar itu.
Setelah mendengar cerita Abu Nawas, semua santri terdiam, dan suasana kembali tenang. Namun, beberapa santri mulai protes karena seringnya Abu Nawas membuat lelucon.
Setiap kali mengajar, selalu ada tawa yang menyertai ucapannya, yang ternyata mengganggu sebagian santri yang ingin serius dalam memahami spiritualitas dan diri mereka. "Guru ini seperti badut," ujar salah satu santri.
"Oh tidak. Kamu salah paham. Seorang badut membuatmu menertawainya, seorang guru membuatmu menertawai dirimu sendiri," sanggah santri lainnya.
Mendengar dialog tersebut, Abu Nawas tersenyum dan tidak merasa terganggu.
"Apakah sesuatu benar-benar bisa dianggap serius jika tidak ada yang menertawakannya?" tanya Abu Nawas. *