Masjid Agung Banten Megah, Menara Menyerupai Mercusuar
Masjid Agung Banten menara menyerupai mercusuar menarik jadi perhatian pengunjung-sumber foto: Koranradarkaur.id-
Arsitek kedua berasal dari negeri Cina, yaitu, Tjek Ban Tjut. Arsitek memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid bersusun lima layaknya pagoda Cina.
Arsitek ketiga adalah asal Belanda yang kabur dari Batavia ke Banten, Hendrik Lucaz Cardeei. Arsitek dengan status mualaf tersebut memberikan pengaruh pada bentuk menara layaknya mercusuar di Negeri Kincir Angin.
Masjid Agung Banten memiliki banyak makna filosofis pada setiap detailnya dan ada enam pintu masjid menggambarkan rukun iman serta pintu masuk dibuat pendek sehingga memaksa pengunjung merunduk sebagai simbol ketundukan kepada Sang Pencipta.
Memiliki keunikan tersendiri, umpak dari batu andesit berbentuk labu berukuran besar dan beragam di tiap dasar tiang masjid yang berukuran terbesar dengan garis labu.
Di bagian depan ruang utama terdapat mimbar besar antik yang penuh motif hias dan kombinasi warnanya. Memiliki mimbar dinaungi atap bergaya Cina.
Sedangkan mihrab yang menjadi tempat iman- memimpin shalat justru bertolak belakang dan menjadi pusat perhatian sehingga berkunjung ke masjid akan menambah pengalaman. *