Menteri PKP Maruarar Sirait: Program Rumah Subsidi dan Perbaikan RTLH Ditargetkan Naik
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan soal target penanganan RTLH tahun 2026 meningkat signifikan.--
Salah satu inovasi dalam kebijakan ini adalah rencana memperbesar luas unit rusun subsidi hingga maksimal 45 meter persegi. Sehingga unit tersebut bisa memiliki dua sampai tiga kamar tidur dan lebih layak untuk keluarga.
Selain peningkatan kualitas fisik bangunan, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan yang lebih ringan, seperti tenor hingga 30 tahun dan bunga sekitar 6 persen. Opsi skema sewa beli (rent to own) juga sedang dipersiapkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah.
Sebagai tahap awal, pemerintah melalui BP Tapera menargetkan akad sekitar 10.000 unit rusun subsidi pada tahun 2026, dengan fokus pembangunan di wilayah perkotaan yang memiliki kebutuhan hunian tinggi.
Dengan target yang ambisius dan strategi yang matang, program rumah subsidi dan perbaikan RTLH diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan perumahan di Indonesia.
Pemerintah optimis bahwa melalui program ini, kesejahteraan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah akan meningkat secara signifikan.*