DPR RI Latih 100 UMKM Kaur Membuat Sabun Cuci Piring
Wabup Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I bersama anggota DPR RI Komisi X dan UMKM Kaur peserta pelatihan foto bersama, Jumat 17 April 2026. Sumber foto : IST/Rka--
BINTUHAN- Sebanyak 100 pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menegah (UMKM) Kaur dilatih atau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan sabun cuci piring, Jumat 17 April 2026.
Kegiatan ini tidak lain untuk memberikan pemahaman lebih ke UMKM yang ada di Kabupaten Kaur. Pelatihan UMKM Kaur ini dilakukan anggota DPR RI Komisi X, Hj. Dewi Coryati, M.Si. Kegiatan bertempat di aula salah satu hotel di Kabupaten Kaur, dihadiri Wabup Kaur Abdul Hamid. S.Pd.I.
“Kegiatan ini sangat baik dan bagus, ini bentuk komitmen dalam membangun daerah khususnya Kabupaten Kaur. Pemda Kaur berterima kasih ke anggota DPR RI yang telah memberikan kesempatan membina pelaku UMKM Kaur. Dengan kegiatan ini bisa menambah wawasan pelaku UMKM dan juga bisa dikembangkan nantinya,” kata Wabup Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I, Minggu 19 April 2026.
Dikatakannya, dengan ada pelatihan UMKM Kaur ini bisa menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi oleh anggota DPR RI Komisi X ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kaur, khususnya para peserta pelatihan, minimal dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sendiri. Pelatihan ini sangat relevan karena bahan bakunya mudah didapat dan penggunaannya juga merupakan kebutuhan harian. Ini tentu menjadi peluang yang baik untuk dikembangkan menjadi usaha.
Sedangkan anggota DPR RI Hj. Dewi Coryati, M.Si mengatakan, Bimtek ini menghadirkan narasumber dari BRIN, Heryoki Yohanes, yang memberikan materi mulai dari teori dasar hingga praktik langsung pembuatan sabun, termasuk teknik pengemasan agar produk memiliki nilai jual lebih. Dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan kegiatan ini bisa menambah wawasan masyarakat juga nantinya bisa meningkatkan perekonomian.
Dikatakannya, kegiatan merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi secara langsung. Juga kegiatan merupakan bentuk nyata sinergi antara DPR RI dan BRIN dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan inovasi. Kegiatan juga selain memberikan pengetahuan, juga membekali peserta dengan keterampilan praktis. Metode pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik ini akan memberikan pengalaman langsung bagi peserta. Juga usaha pembuatan sabun cuci piring memiliki prospek yang menjanjikan.
“Sabun salah satu peluang usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang lumayan, dengan biaya produksi yang tidak membutuhkan modal besar, dan hasilnya pun tidak mudah rusak atau kedaluwarsa, harapan dengan telah dilakukan pelatihan peserta atau UMKM di Kaur bisa berkembang dan nantinya bisa memproduksi sendiri,” tutupnya.