Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Kabar Harga BBM Naik Merebak, Warga Diminta Tak Panik, Cek Harga Terbaru

Kabar mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), dan kabar harga BBM naik yang mulai beredar di tengah masyarakat belakangan ini memicu kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk di BS Selatan.--

Untuk jenis Pertalite, misalnya, stok sebanyak 16 ton dilaporkan habis terjual sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, Pertamax dengan ketersediaan 8 ton bertahan hingga sekitar pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya juga habis.

Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat, meski bukan disebabkan oleh gangguan pasokan.

Pengawas SPBU Ibul, Wahyu, turut memastikan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas normal dan tidak mengindikasikan adanya krisis pasokan.

Ia menegaskan bahwa distribusi BBM terus berjalan dan pasokan baru tetap masuk secara berkala.

“Stok masih aman dan terus masuk,” tegas Wahyu.

Fenomena meningkatnya pembelian BBM dalam waktu singkat ini kerap terjadi ketika muncul isu kelangkaan. Masyarakat cenderung melakukan pembelian dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai langkah antisipasi.

Padahal, tindakan tersebut justru berpotensi memicu antrean panjang dan mempercepat habisnya stok di tingkat SPBU, meskipun secara keseluruhan pasokan masih mencukupi.

Di sisi lain, perubahan harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 1 Maret 2026 juga turut menjadi perhatian masyarakat.

Kenaikan harga pada beberapa jenis BBM dinilai memengaruhi pola konsumsi pengguna kendaraan, terutama bagi mereka yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi.

Sementara itu, harga BBM subsidi masih tetap stabil. Pertalite dijual dengan harga Rp 10.000 per liter, sedangkan Bio Solar B40 berada di angka Rp 6.800 per liter.

Stabilnya harga BBM subsidi ini membuat sebagian masyarakat tetap bergantung pada jenis bahan bakar tersebut, sehingga permintaannya cenderung lebih tinggi.

Melihat kondisi tersebut, pihak SPBU Ibul mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Selain dapat merugikan diri sendiri, tindakan tersebut juga berpotensi mengganggu distribusi BBM bagi masyarakat lain yang membutuhkan.

Pihak pengelola juga memastikan bahwa koordinasi dengan pihak distribusi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan.

Dengan sistem distribusi yang berjalan normal, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan